Monday, June 13, 2011

Keith Green - Living in Devotion

Mau berbagi kisah ttg tokoh yang berkarya di bidang musik gospel yang sangat(100x) berpengaruh ;) smoga ada ank2 TUHAN yang memiliki hati, passion, sperti (atau bahkan mlebihi ^_^) ..  teladan penyembah dan pemusik yang luar biasa deh pokoknya.. hehe...

“If you praise and worship Jesus with your mouth, and your life does not
praise and worship him, there's something wrong!"

KEITH GREEN

 One of several Christian rock musicians who lived in the San Fernando Valley
in the 1970s, Keith and his wife, Melody, wrote numerous hit songs,
but also formed a seven-home community in Woodland Hills
where they cared for people in need.
Keith lahir di New York, dari keluarga keturunan Yahudi. Kakeknya dari pihak ayah adalah seorang penulis lagu, sedangkan ibunya adalah seorang belajar olah vokal di Carnegie Hall. Di umur 5 tahun, Green telah memainkan ukulele dan memulai pelajaran musik formalnya. Keith Green mulai menulis lagu di usia 9 tahun. Dua tahun kemudian, Green menandatangani kontrak dengan Decca Records. Keith Green adalah anggota termuda dari American Society yang terdiri dari Penggubah lagu, Pengarang lagu dan Penerbit, yang lagu-lagunya diputar di The Jack Benny Show dan The Joey Bishop Show. Banyak orang yang menilai bahwa Keith memiliki vokal seperti CatStevens dan talenta bermain piano sekelas Elton John.
Sejak masih kanak-kanak, orang tuanya telah mengajarkannya disiplin dalam bermain musik. Dia paling menyukai piano, namun cepat bosan dalam memainkan lagu klasik yang berdurasi lama. Mengetahui hal ini, kakeknya (yang memiliki rumah produksi rekaman rock 'n roll pertama – Jaguar records) mengajarkan dia bermain piano rock 'n roll, dia meninggalkan musik klasik yang selama ini dipelajarinya. Sejak saat itu, Keith mulai menulis dan menyanyikan lagunya sendiri. Dia baru berusia 6 tahun kala itu.  

Ketika menandatangani kontrak rekaman di usia 11 tahun, ia menyanyikan lagu karangannya. Sayangnya kala itu industry musik masih belum berkembang untuk penyanyi semuda keith. Akhirnya keith begitu kecewa dan depresi.. puncaknya di usia ke 14 tahun, disaat kegagalan terbesar karena ia telah memimpi-mimpikan menjadi bintang pop seumur hidupnya.

Di usia ke 15 tahun, adalah saat dimana ia pertama kalinya lari dari rumah. Dia memulai perjalanan bertualang di dunia musik dan mencari kebenaran rohani. Dengan latar belakang Yahudi, ia juga dibesarkan dengan membaca perjanjian baru yang terasa membingungkan baginya, dan ia merasa kekosongan, kehampaan, dan ketidakpuasan dalam hatinya. Perjalanan ini akhirnya menjerumuskannya kepada narkoba, pergaulan yang bebas, dan aliran kepercayaan timur. 

      Di usianya yang ke-19, Keith berjumpa dengan Melody Strainer yang memiliki kesamaan dalam bermusik dan pencarian rohani. Mereka menikah satu tahun kemudian, mencari kebenaran sejati bersama-sama. Ketika keith hampir menyerah dan putus asa, akhirnya dia menemukan kebenaran sejati,.. saat usianya 21 tahun, ia percaya kepada Yesus melalui kelompok pembelajaran alkitab. 
       Dari pertobatan mereka, mereka membuka mereka untuk kaum yang terbuang : pecandu narkoba, tunawisma serta mengenalkan kasih Yesus kepada mereka. Banyak orang menyebut rumah tersebut : "The Greenhouse". Tidak hanya perubahan gaya hidup, namun gaya bermusiknya menjad berfokus pada Yesus, banyak kali menceritakan pengalaman pribadinya. Bahkan ia menyerahkan ambisi musiknya untuk menjadi bintang pop.

Lagu-lagu yang diciptakan keith seringkali lahir dari pergumulah rohaninya. Ia juga jenis orang yang tidak segan-segan mengakui kelemahan, kejatuhannya dengan terus terang. Ia memiliki prisnsip menjadi buku yang terbuka. Ia sangat menyadari bahwa ia jauh dari sempurna, tetapi ia sangat haus dan lapar mencari kebenaran. Ia selalu berdoa agar Roh Kudus selalu mengubahkan hatinya dan menyadarkannya akan dosa. Setiap kali Ia disadarkan akan kesalahannya, ia langsung bertobat dan meminta maaf, bahkan menelepon orang yang bersangkutan.

Cara pandang keith dalam berbagai hal seringkali menimbulkan kontroversial - terutama yang berkaitan dengan pelayanannya. Dengan album yang berada di hits puncak, Ia memutuskan memberikan album musik nya seberapa orang mampu memperolehnya, bahkan secara gratis. Ia sungguh ingin memastikan orang yang menginginkan albumnya namun terkendala dana tetap dapat memperolehnya. Ia sungguh menyadari bahwa musik nya dapat menjadi pesan injil yang dapat menjamah setiap orang. Setidaknya dari pelayannannya ia telah membagikan 200.000 album (bahkan lebih) secara gratis yang dikirimkan ke penjara dan orang kurang mampu.

       Keith Green merekam album pertamanya di tahun 1977, For Him Who Has Ears to Hear, oleh Sparrow Records. Album ini diproduseri oleh Bill Maxwell sukses di pasaran. Lagu ini kemudian menduduki peringkat ke-5 dalam Contemporary Christian musik's Greatest Albums in Christian musik. Lagu hitsnya seperti "Your Love Broke Through" (ditulis oleh temannya Randy Stonehill) dan "You Put This Love in My Heart" yang menceritakan hubungan Keith Green dengan Yesus. Album ini juga melanjutkan kisah Bab 2-nya dalam "Easter Song". Di tahun yang sama Keith Green memulai Last days Ministries dengan newsletter yang menjangkau 22.000 orang. Dan banyak Album sukses yang mengikutinya : "No Compromise", "Asleep in the Light" , "So You Wanna Go Back to Egypt" di tahun 1980.  Album ketiganya terjual 200.000 copy dan sebagian besar dari album-album rohaninya diberikan secara cuma-cuma ketika ia mengadakan konser. "Songs for the Shepherd".  "Until The Final Day"
       Hal yang sama terjadi dalam pengadaan konser musiknya, setelah bertahun-tahun mencoba berbagai macam cara mendanai konsernya, muncullah ide yang pada akhirnya memberi damai sejahtera yang sangat besar buat keith. Akhirnya Ia memutuskan konser itu diadakan tanpa memungut biaya, sehingga siapapun yang ingin datang dapat menghadirinya. Pelayanannya di LDM (Last Day Ministry) yang akan menyewakan gedung atau stadium, sekaligus menutup semua biaya. Keith dan Melody tidak menerima persembahan sedikitpun dari pelayanannya atau ministri tersebut, karena mereka dapat membiayai hidup mereka dari royalti musiknya.

“Loving Him is to be our cause. He can take care of a lot of other causes without us, but He can’t make us love Him with all our heart. That’s the work we must do.  Anything else is an imitation.”

Ketika  kebijakan bebas biaya untuk sepanjang peluncuran albumnya ternyata banyak mengundang kontroversi. (namun hal ini tidak mengurungkan niat nya!!!! ). Industri musik Kristen, label rekaman, toko buku, bahkan sesama artis rohani, menanyakan motivasi hatinya. Beberapa diantara mereka meminta untuk mengubah sistem tersebut karena dapat mengesankan 'yang lain' terlihat lebih buruk. Namun karena hal ini sangat bertentangan dengan hati nurani keith, ia tidak mengikuti kemauan mereka. Ia tetap memegang teguh keyakinannya dalam pengelolaan album musik dan konser tersebut. 
Tuhan memberikan Keith kesempatan untuk membuat kurang lebih 20 kali konser, dengan stadium yang mencapai 12.000 orang. Di konser-konsernya, Keith selalu menantang pendengarnya untuk Altar Call dan memimpin ribuan orang untuk percaya kepada Yesus, dan banyak sekali orang yang menyerahkan seluruh kehidupannya untuk melayani Tuhan. (my favourite part from his ministry ^_^.. 4thumbs up!!!!)

Setelah konser yang dilakukannya, Keith mulai sering juga tampil di acara televisi dan program radio. Dia seringkali bersaksi tentang pengalamannya berjalan bersama dengan Tuhan serta memainkan dan menyanyikan satu atau dua lagu. Mimpi masa kecilnya menjadi super star telah tercapai, namun hatinya telah dimurnikan bertahun-tahun sebelumnya dengan sesuatu yang lebih baik - menjadi hamba Tuhan, yang hatinya selalu rindu menyenangkan Tuannya. 

Keith said, ”I only want to build God’s Kingdom and see it increase, not my own. If someone writes a great poem no one praises the pencil they used, they praise the one who created the poem.  Well, I’m just a pencil in the hands of the Lord.  Don’t praise me, praise Him!”

Bagi Keith, perjumpaan dengan Tuhan hanya berarti satu hal, yaitu : menjadi serupa dengan Kristus. Dia selalu bergumul dengan hal ini-seperti kita- mengembangkan kedisiplinan pribadi, deadline, keegoisan, dan masalah pelayanan yang menarik perhatian, LDM. Dia juga memuridkan 70 orang percaya baru yang menjadi bagian dari LDM, bahkan mereka pindah ke Texas timur, tempat pusat pelayanan LDM. Disamping LDM, Keith menangani lagu-lagu yang ditulisnya, artikel rohani, serta keluarga kecilnya yang sedang bertumbuh.

Setelah berjuang bertahun-tahun untuk mengejar kekudusan, bahkan mempertanyakan tentang keselamatannya, Keith akhirnya memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang  karya keselamatan yang dikerjakan Yesus diatas kayu salib, yaitu untuk mengampuni semua dosanya dan menutupi dia dengan Kebenaran. Iman yang diperbaharui ini seolah mengangkat beban yang sangat berat di dadanya.

Hal ini tidak membuat dia memandang ringan kemurnian dan kekudusan, namun ia lebih mengejar Yesus atas dasar kasih, dan bukan lagi karena ketakutan . Dia banyak belajar mengenai kasih karunia dan kesederhanaan pentingnya menikmati kemuliaanNya dalam hadiratNya, yang paling disukainya.

       Pada tahun 1982, Keith dan Melody melakukan perjalanan ke Eropa, termasuk Yunani dan Inggris. Perjalanan ini begitu membangkitkan hati mereka, terutama ketika mereka mengunjungi pelayanan 'Red Light' di Amsterdam, pemakaian narkoba yang terbuka, dan krisis Greja yang mengalami penurunan.
        Di tahun yang sama, ia berencana membuat tur konser musik dan menantang orang kristen di Amerika supaya keluar dari zona nyaman serta menjangkau orang terluka di dunia.. hatinya sangat bergelora untuk menyelamatkan jiwa yang terhilang, LDM menyewa stadium yang sangat besar untuk tur ini. Melody menulis beberapa lagu misi, bahkan pendiri YWAM Loren Cunningham akan berkotbah di tur ini menyampaikan tentang 'kebutuhan' dunia, dan pengutusan misi melalui altar call.

Hati Keith sangat digerakkan sepenuhnya kepada orang-orang yang bahkan tidak pernah datang ke konser maupun Greja. Keith ingin kembali ke jalan-jalan dan penjara seperti yang dilakukan oleh melody dan petobat baru di pelayanannya. Dia rindu untuk pergi ke ladang misi dunia, bahkan ke klub sekuler untuk menjangkau orang dengan musiknya. Namun sayangnya, kerinduannya belum sampai terealisasi.

Pada 28 Juli 1982, terjadilah kecelakaan tragis yang mengantarkan keith kembali kepada Bapa. Kecelakaan pesawat yang sebenarnya tidak parah, merengut juga nyawa putranya yang berusia 3 tahun, serta putri kecilnya yang berusia 2 tahun (Joshua, dan bethany). Saat itu Melody sedang di rumahnya bersama putri mereka yang berusia satu tahun, Rebekah, serta dalam keadaan mengandung 6 minggu anak keempat mereka. Saat itu Keith baru berusia 28 tahun. 

Sekalipun Keith meninggal diusia mudanya, hidup dan pelayanannya masih menjadi inspirasi dan membuat dampak besar yang mendunia. Lagu dan gairah yang tersirat sampai saat ini masih berkuasa mengubahkan. Tulisan-tulisannya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Semasa ia hidup, ia selalu mengatakan, bahwa ia ingin dikenang sebagai pengikut kristus saat ia meninggal. Keith adalah pribadi yang memiliki keyakinan kuat, dan kesederhanaan iman yang luar biasa. Ketika kepercayaannya memimpin dia kepada pribadi Yesus, dia menukarkan semuanya! - ambisi, semua yang dimilikinya, mimpinya - untuk mendapatkan cintaNya. Dia menjadi inspirasi dalam pengabdiannya,.. Dikenang, dan dirindukan oleh jutaan orang di dunia.
sumber: lastdaysministries.org dan jawaban.com

Jadi merenungkan. betapa singkat nya hidup di dunia >_< orang yang sangat berdampak seperti keith meninggal di usia muda.. dimana Ia masih memiliki kerinduannya di dunia untuk atas generasinya.. bagaimana dengan kita? ingat hidup ini begitu singkat. mari menjadi garam dan terang yang bisa memberkati bangsa ini ^_^ jadi ketika kita pulang ke sorga, nama kita tidak hanya sekedar tercatat di kitab kehidupan.. namun 'karya' nyata yang membanggakan bapa di Surga ;) Jangan menyerah. tetap lakukan bagian kita :) 


God Bless..


 

Thursday, February 10, 2011

Sundar Singh - Sadhu bagi Yesus

Sadhu : Pertapa, berkelana, mninggalkan kenikmatan duniawi
      Sundar Singh lahir pada tahun 1889 dan berasal dari bangsa Sikh di negara bagian Patiala, India Utara. Bangsa Sikh yang menolak ajaran agama Hindu dan agama Islam, telah menjadi agama yang menonjol pada abad keenam belas dengan ajaran agama mereka sendiri.
      Sewaktu kecil, Ibu Sundar Singh sering membawanya belajar ke seorang sadhu atau seorang petapa suci, namun ibunya juga pernah membawanya ke sekolah misi Kristen di mana dia bisa belajar bahasa Inggris. Saat dia berusia 14 tahun, ibunya meninggal dan sempat membuat dia putus asa. Ia menyerang para utusan Injil, menganiaya para petobat baru, dan mengejek iman mereka. Sebagai wujud dari perlawanan kepada orang Kristen, dia membakar Alkitab di depan kawan-kawannya. Pada malam yang sama, Sundar Singh memutuskan bunuh diri di atas rel kereta api.
     Akan tetapi, sebelum subuh tiba, ia membangunkan ayahnya dan menyatakan bahwa ia telah melihat Yesus Kristus dalam suatu visi dan mendengar suara-Nya. Sejak saat itu ia menyatakan akan mengikut Kristus ke mana pun juga. Masih berusia belum lima belas tahun, ia sudah menyerahkan hidupnya kepada Kristus dan selama dua puluh lima tahun ia bersaksi untuk Tuhannya dengan penuh keberanian. Namun proses pemuridan remaja ini langsung mengalami ujian ketika ayahnya meminta serta menuntutnya untuk melepaskan "pertobatannya" yang absurd ini. Ketika ia menolak, Sher Singh memberikan pesta perpisahan kepada anak laki-lakinya, kemudian menolak dan mengusirnya dari keluarganya. Beberapa jam sesudah itu, Sundar menyadari bahwa makanan yang baru disantapnya telah dibubuhi racun dan hidupnya diselamatkan berkat pertolongan sebuah masyarakat Kristen yang tinggal di dekatnya.
      Pada ulang tahunnya yang keenam belas ia dibaptis di depan umum sebagai seorang Kristen di halaman gereja di Simla, sebuah kota yang terletak jauh di kaki pegunungan Himalaya. Untuk beberapa waktu lamanya ia berdiam di rumah perawatan penderita kusta di Sabathu, tak jauh dari Simla, sambil melayani pasien penyakit kusta. Tempat itu tetap menjadi tempat yang disenanginya dan ia selalu kembali ke sana semenjak ia dibaptis. 

     Di bulan Oktober 1906, ia mulai mengadakan perjalanan, tetapi dengan suatu cara yang berbeda. Ia berjalan dengan perawakan seorang remaja yang tinggi, tampan, tegap, sambil mengenakan jubah berwarna kuning dan turban. Setiap orang memandangnya sementara ia berjalan. Sundar Singh yang masih muda telah memilih cara seorang sadhu, tetapi ia seorang sadhu yang berbeda. 
'
"Saya tidak layak mengikuti langkah Tuhan saya," katanya, "tetapi, seperti Dia, saya tidak menginginkan rumah, harta. Seperti Dia, saya akan hidup di jalanan, sambil berbagi kehidupan dengan rakyat saya, makan dengan mereka yang memberi tumpangan, dan menceritakan kepada setiap orang tentang kasih Allah."

KAKI YANG BERDARAH
      Saat kembali ke kampungnya, dia mendapat sambutan yang hangat. Di usia enam belas tahun, tubuhnya sudah tidak kuat. Sadhu pergi ke utara melalui Punjab, melewati Bannibal Pass dan masuk ke Kashmir dan kemudian kembali melalui Afganistan dan ke daerah utara barat dan Balukhistan. Tubuhnya yang kurus dan jubah kuningnya hampir tak dapat melindunginya dari dinginnya salju dan kakinya luka-luka karena medan yang sulit dan berat.
     Dalam waktu singkat, sebuah masyarakat Kristen di utara menyebutnya sebagai "rasul dengan kaki berdarah". Ia pernah dirajam, dipenjara, dikunjungi oleh seorang gembala yang berbicara dengan keintiman yang aneh tentang Yesus dan ditinggalkan di luar gubuknya dengan ditemani seekor ular cobra. Pergumulan dengan kekuatan mistik, aniaya, dan sambutan hangat, merupakan sebagian dari pengalaman hidupnya di masa mendatang. 
     Dari desa-desa di bukit Simla, terlihat dari kejauhan jajaran yang panjang dari pegunungan Himalaya yang ditutupi salju abadi dan puncak Nanga Perbat yang kemerah-merahan. Di balik itu terletak Tibet, daerah agama Budha yang tertutup dan sejak lama sulit ditembus para utusan Injil dengan kabar Injil.
     Sejak ia dibaptiskan, Tibet telah menarik perhatian Sundar dan pada tahun 1908, pada usia sembilan belas tahun, ia menyeberangi garis depan Tibet untuk pertama kalinya. Setiap orang asing yang memasuki daerah tertutup yang fanatik ini, yang didominasi oleh agama Budha dan penyembah setan, menghadapi risiko teror dan kematian. Singh mengambil risiko tersebut dengan mata dan hati yang terbuka lebar. Keadaan rakyat di sana mengejutkannya. Rumah yang hampir tanpa lubang udara dan rakyatnya sangat miskin. Ia sendiri dirajam ketika ia sedang mandi karena mereka percaya bahwa "orang suci tidak pernah mandi". Makanan sulit diperoleh dan ia bisa bertahan hidup dengan menyantap biji gandum yang dipanggang. Di mana-mana terjadi kekerasan dan ini baru "Tibet sebelah bawah" dan daerah perbatasan. Sundar kembali ke Sabathu dan bertekad untuk kembali lagi tahun depan.  

 
SECANGKIR AIR
     Kemudian, dia mengunjungi Palestina untuk mengingat kembali beberapa kejadian dalam kehidupan Yesus. Pada tahun 1908 ia pergi ke Bombay, sambil berharap untuk menaiki kapal laut yang menyenangkan. Tetapi ia dikecewakan karena pemerintah menolak memberi izin dan ia harus kembali ke utara. Justru pada perjalanan kembali ini ia tiba-tiba menyadari dilema dasar yang dihadapi utusan Injil di India.
     Seorang Brahmana (kasta tertinggi dalam agama Hindu) jatuh pingsan di sebuah kereta yang panas dan penuh sesak dan pada stasiun berikutnya, seorang kepala stasiun berkebangsaan Inggris-India datang sambil membawa secangkir air dari kamar tunggu. Brahmana itu menolaknya mentah-mentah. Ia membutuhkan air, tetapi ia hanya dapat meminumnya dari cangkirnya sendiri. Ketika cangkirnya diisi air dan ia meminumnya, nyawanya selamat. Dengan cara yang sama, Sundar Singh menyadari, India tidak akan menerima Injil Yesus Kristus yang disebarkan dengan gaya Barat secara luas. Itulah sebabnya ia kini menyadari bahwa banyak pendengar memberi respons kepadanya dalam jubah seorang sadhu.
     Pada tahun 1909 ia dibujuk untuk mulai mengikuti latihan bagi pelayanan Kristen di Sekolah Tinggi Anglikan di Lahore. Sejak awal ia mendapati dirinya tersiksa oleh perlakuan sesama siswa karena berpenampilan "berbeda" dan juga karena bersikap terlalu yakin. Tahapan ini berakhir ketika pemimpin siswa mendengar Singh mendoakannya dengan ucapan yang penuh kasih. Tetapi ketegangan lain tetap hadir. Sebagian besar dari pelajaran di sekolah kelihatannya tidak relevan dengan berita Injil yang dibutuhkan India, dan kemudian, sementara pelajaran hampir berakhir, kepala sekolah menyatakan bahwa ia harus melepaskan jubah sadhunya dan mengenakan pakaian yang "sopan" yang biasa dipakai pendeta Anglikan di Eropa; menggunakan tata ibadah Anglikan yang formal; menyanyikan lagu rohani dalam bahasa Inggris; dan tidak pernah berkhotbah ke luar tanpa izin khusus. Ia bertanya, Tidak boleh pergi lagi ke Tibet? Bagi Sundar, hal itu merupakan penolakan terhadap panggilan Allah dan belum pernah terpikirkan sebelumnya.
     Dengan perasaan sedih yang mendalam, ia meninggalkan Sekolah Alkitab, masih berpakaian jubah kuningnya, dan pada tahun 1912 mulai perjalanan tahunannya ke Tibet sementara salju mulai mencair di Pegunungan Himalaya.

KISAH-KISAH YANG LUAR BIASA
      Kisah-kisah dari pengalamannya sangat mengherankan dan luar biasa. Memang ada yang yang bersikeras mengatakan bahwa kisah-kisah itu bernada mistis dan bukan kisah nyata. Pada tahun 1912, ia kembali dan menceritakan bahwa ia telah bertemu dengan sorang petapa Kristen yang berusia tiga ratus tahun di sebuah gua di pegunungan-Maharishi dari Kailas -- yang bersekutu selama tiga minggu bersamanya. Kisah lain lebih masuk akal, tetapi ada juga yang lebih mengerikan. Tubuhnya pernah diikat dengan kulit yak (sebangsa kerbau di Tibet) yang masih basah dan dijemur sampai mati, tubuhnya pernah diikatkan pada sebuah jubah yang penuh dengan lintah dan kalajengking supaya menghisap darahnya, tubuhnya pernah diikat pada sebuah pohon sebagai umpan untuk binatang buas. Namun dalam semua kejadian ini, ia telah diselamatkan oleh "Sunnyasi Mission" - pengikut rahasia Yesus yang memakai ciri orang Hindu, yang menurutnya ada di seluruh India.
     Apakah ia berhasil memenangkan banyak jiwa dalam perjalanannya yang berbahaya ke Tibet tak seorang pun yang tahu dengan pasti. Bagi orang Tibet, agama satu-satunya hanyalah Budha atau tidak sama sekali. Memberitakan kabar tentang Yesus sama dengan bunuh diri. Tetapi keberanian Sadhu dalam berkhotbah bukanlah tidak menghasilkan sesuatu.

BERGUMUL DENGAN IBLIS
      Sementara Sundar memasuki usia dua puluh tahun, pelayanannya menjadi semakin luas, dan lama sebelum ia memasuki usia tiga puluh tahun, nama dan gambarnya sudah dikenal oleh dunia Kristen di seluruh dunia. Ia menjelaskan bahwa mempertahankan sebuah visi sama dengan bergumul dengan Iblis, tetapi sebenarnya pendekatannya manusiawi, sederhana, dan rendah hati, selain senang bergurau dan mencintai alam.
     Semua sifat ini ditambah dengan ilustrasi sederhana yang diambilnya dari kehidupan sehari-hari, membuat pesan yang disampaikannya memberikan dampak kuat. Banyak orang berkata, "Ia bukan hanya serupa seperti Yesus, tetapi juga berbicara seperti Yesus." Namun semua pembicaraan dan kotbahnya memancar dari saat teduh yang mendalam setiap pagi dini hari, terutama tentang kitab-kitab Injil.
     Pada tahun 1918 ia mengadakan perjalanan jauh sampai ke India Selatan dan Ceylon, dan tahun berikutnya ia diundang mengunjungi Myanmar, Malaysia, Tiongkok, dan Jepang. Beberapa kisah dari perjalanannya sama anehnya seperti perjalannnya ke Tibet. Ia memiliki kuasa mengatasi binatang liar, seperti macan tutul yang akan menerkamnya ketika ia sedang berdoa dan kemudian ia membungkukkan tubuhnya dan mengusap-usap kepalanya. Ia memiliki kuasa mengalahkan kejahatan, seperti ahli sihir yang mencoba menghipnotisnya di kereta api dan menjelek-jelekkan Alkitab yang ada dalam saku bajunya. Ia memiliki kuasa mengusir penyakit, walaupun ia tak mau membanggakan karunia penyembuhannya.
      Sudah cukup lama Sundhar ingin mengunjungi Inggris dan kesempatan tersebut tiba ketika ayahnya yang sudah lanjut, Sher Singh, datang mengatakan kepadanya bahwa ia juga telah menjadi Kristen dan ingin memberinya uang untuk ongkos perjalanannya ke Inggris. Ia mengunjungi negara Barat dua kali, mengadakan perjalanan ke Inggris, Amerika Serikat, dan Australia pada tahun 1920, dan sekali lagi ke Eropa pada tahun 1922.
     Ia disambut oleh orang-orang Kristen dengan berbagai latar belakang dan tradisi dan perkataannya menyelidik hati mereka yang saat itu sedang menghadapi pasca Perang Dunia I dan kelihatannya memiliki sikap yang dangkal terhadap hidup. Sundhar terkejut melihat bahaya materialisme, kekosongan hidup, sikap tak beragama yang ditemukannya di mana-mana, jauh berbeda dengan kesadaran orang Asia terhadap kehadiran Allah, betapa pun terbatasnya hidup mereka. Setelah kembali ke India ia melanjutkan pelayannya, walaupun ia sadar bahwa tubuhnya semakin lemah.

KRISTUS DI JALANAN INDIA
      Karunianya, daya tarik pribadinya, hubungan pribadinya dengan Kristus sementara ia menyajikan Injil kepada rakyat India mungkin telah memberikan Sundar Singh suatu posisi kepemimpinan yang unik dalam gereja India. Tetapi sampai akhir hidupnya ia tetap menjadi seseorang yang tidak mencari keuntungan bagi dirinya, tetapi hanya kesempatan untuk menawarkan Kristus kepada setiap orang. Ia tidak masuk dalam denominasi apa pun dan tidak mencoba untuk memulai suatu aliran sendiri, walaupun ia bersekutu dengan bermacam-macam orang Kristen. Ia hidup untuk memperkenalkan Kristus di jalan-jalan di India.
     Pada tahun 1923 Sundar Singh melakukan perjalanan musim panasnya yang terakhir ke Tibet dan ketika kembali ia sangat lelah. Perjalanan khotbahnya ke mana-mana tempat jelas sudah berakhir dan pada tahun-tahun berikutnya, di rumahnya sendiri atau di rumah teman-temannya di bukit Simla ia menghabiskan waktunya untuk merenung, bersekutu, dan menulis.
     Pada tahun 1929, walaupun ditentang oleh teman-temannya, Sundar bertekad untuk melakukan perjalanan terakhir ke Tibet. Pada bulan April ia sampai di Kalka, sebuah kota kecil di bawah Simla, seseorang yang menjadi tua sebelum waktunya dalam jubah kuning ada di antara para peziarah dan orang suci yang memulai perjalanan mereka menuju salah satu tempat suci orang Hindu beberapa mil dari tempat itu. Ke mana ia pergi sejak saat itu tak diketahui orang. Apakah ia jatuh dari jalan setapak, mati kelelahan, atau berhasil melewati gunung-gunung, tetap menjadi suatu misteri. Itulah penampilan Sundar Singh yang terakhir kalinya. Tetapi ingatan tentang dirinya tetap dikenang dan ia tetap menjadi salah satu tokoh yang paling hebat dan kuat dalam perkembangan dan sejarah gereja Kristus di India.
sumber : banyak *maap lupa nyimpen, dah lama*

my opinion :  
wah.... luar biasa tokoh iman satu ini..penginjil, pengajar,.. misionaris.. pendoa... pasti karena setiap doa-doanya saat ini India sedang mengalami kebangunan rohani. sangat perlu diteladani dalam keradikalannya tidak mengikuti cara hidup dunia.. sekalipun banyak orang yang nganggep dy aneh, ... (tersisih, kali ya dari kalangan 'rohani' saat itu...) tapi dia sudah mengakhiri pertandingannya dengan baik. mengupayakan apapun *segalanya* untuk membawa orang-orang pada keselamatan yang sejati.. 
tidak penting bagaimana awal hidupnya.. tapi ketika dia memutuskan hidup bagi TUHAN dan menyelesaikan panggilan TUHAN, disana TUHAN pakai dia scr luar biasaaa... (begitu pula dg qta...) 
mari kita menjadi bejanaNya,.. untuk menyelesaikan kehendakNya. gak peduli apapun kata dunia, gak peduli brapapun harga nya,.. gakl peduli berapa lama baru dapat terwujud... *not easy to say.. * yang penting kerelaan hati qta... yah! DIa lah Raja yang berdaulat dalam hidup kita.. jadi sebenarnya... kita tidak berhak menolak panggilanNya... lembutkan hati. jangan keraskan...  pilihlah selalu jalan yang telah Dia tetapkan bagi kita.. bukan jalan dan keinginan kita... ;p

keep fight brother 'n sister!!!! Dia yang memulai, Dia juga yang akan menyelesaikan..
He is Alpha & Omega.. in us... =)

1 of my Fave song : *trutama ttg panggilan..hehe...*
Ku dengar suaraMu
(by: GMB, album His Calling)
Bagaimana kudapat menolak
Panggilan dari sang Raja
Ku 'kan memakai hidupku
Untuk muliakan namaMu


Dan kudengar suaraMu
Pakailah hidupku


S'karanglah waktunya
Kami 'kan bersinar
Sambil memegang janjiMu
Dan dengar suaraMu


Kami 'kan berlari
Dan tak akan lelah
Menjawab semua panggilan
Membawa namaMu


Hidupku hanyalah untukMu
Hanya 'tuk menjawab semua panggilanMu
Kubawa hanya yang terbaik
Hanya yang membuatMu tersenyum atasku

see?? when u're in doubt,.. not sure about His calling.. or even want to run away from HIS path... remember,..
He's the master, 'n we are just servant..
He's the King,.. 'n we are just slave.. 
 

Wednesday, February 02, 2011

Bulan Misi SMA

Thank You Tuhan.. untuk waktu yang smakin ditambahkan dalam melayani,.. perbesaran kapasitas,.. dan ladang2 yang smakin dipercayakan ^_^
yuppie.. bulan 2 dan 3 ini, kami rindu lebih lagi melayani di kalangan SMA *bukan brarti kampus dilupakan..hehe..masi koq..*
stelah mngkonsep acara, dan membuat penawaran ke bbrapa sekolah.... (dan kampus ada juga... ^^) akhirnyaaaaaa.. 
ROAD TO REVIVAL
could be start from here... ;p ... 'n from now on...
tentunya bukanlah sebuah perjalanan yang singkat..
mungkin juga tidak mulus dan 'enak'....
mungkin juga kami tidak akan melihat hasilnya saat ini juga... *but.. who knows?hehe..*
banyak kemungkinan yang dapat trjadi, risiko... 
but, Lord,...
maybe these time we will become stronger, ...
strong enough to accomplish Ur mission..
& above all, may Your work revealed among ur beloved =)
let Your Love flow from above to ease the pain, to fill the emptyness inside their heart..
let Your Mercy change their heart,.. and change their Life!!
YESS.. its enough to keep fighting for other salvation, right..??
we'll never stop.. we'll never give up.. we'll never retreat ^_^
*moreover, HE who save us also longing for 'their' soul 4 eternity*
keep them in Ur plan 'n guard them in Your heart... 
(SMA Sasana Bhakti,SMA Dapena,SMA Gracia,Kampus Prisma International)
Pelayanan PD semangat!!
Pelayanan KKR semangat!!
Pelayanan pemuridan semangat!!

*buat temen2 yang dpercayakan ladang TUHAN dmanapun, GEREJA,tmpat kerja, pelayanan kampus/skul,.. jgn menyerah.. ^_^ tetap menabur,.. tetap berdoa.. tetap lakukan yang terbaik.. suatu saat pasti akan menuai.. ;)

Tuesday, February 01, 2011

Valentine Event - 26.02.11

semua tmen2 SMA di sby, ayo!!! diundang !!!!
tmen kampus2 juga... =)
bawa teman2 yah.. ;p
dijamin acaranya seru&menarik ^_^

Sunday, January 09, 2011

Valentine Event

Deket Valentine.. mo buat event2 pnjangkauan di greja rasanya cocok ^^
palagi klo segmennya ank muda..hehe
ide yg terlintas + trinspirasi dr situs2 ttt :
1. acr santai (krn mnjangkau org2 yang masi blon trlalu rohani;p)
2. pake games2 *berpasang2an lbih bagus kali, yakkk??hehe*, ato mengemas dg 'entertain' rohani : drama? dance? ma game2 yang pasang2an (ce-ce ; co-co ; ce-co persahabatan) misal : mengambil dari peserta acara beberapa pasang, trus permainan 'merayu?' hehe.. fashion show...joget balon (di kepala/punggung)... game lumayan bagus : Aku sudah Berubah : Partisipan berpasangan dan berdiri berhadap-hadapan. Tiap orang mengamati pasangannya dengan cermat. Setelah itu, mereka saling membelakangi (beradu punggung). Pada saat itu, setiap orang berusaha mengubah aksesoris yang dikenakannya. Misalnya, mencopot salah satu anting, memindahkan jam tangan dari kanan ke kiri, menggulung lengan pakaian, mengancingkan kancing baju teratas , mengubah gaya sisiran rambut dsb.
Setelah itu, setiap pasangan berbalik lagi untuk menebak perubahan apa yang sudah dilakukan oleh pasangannya. Di akhir permainan ini jelaskan bahwa setelah mengenal Kristus kita harus mengalami perubahan hidup. Dan perubahan itu harus nampak dan dilihat oleh orang lain.
permainan the 'mummy' bungkus pasangan pake tisu toilet juga lucu.. hehe.. *dijamin penonton ketawa* palangi divariasiin yang 'bungkus' ditutup matanya.. hehe

3.trakhir acara TUKER COKELAT... =) **peserta bawa sndri2..**
ide blon trpikirkan...  >_<
yang lucu gmana, yah....

smoga mll acara ini, undangan (sbagian besar SMA, 'n ank kuliahan) mnikmati acara nya. tp terlebih ada kasih BAPA yang sejati yang menjamah setiap hati. acara semenarik apapun , se'kreatif apapun, se'keren"nya ... (skalipun undang artis, enterntain yang "WAHHH") akan sia2 dan hanya memberi kepuasaan daging/emosi/jiwa sesaat bagi jiwa yang "haus"... hanya Kasih-Nya yang dapat mnyentuh bagian roh yang terdalam dan yang berkuasa mngubahkan sebuah kehidupan...
biar acara Valentine ini mencritakan pada mereka tentang sebuah kasih yang paling nyata dan sempurna tersedia buat mereka..
 

True Love from the PERFECT FATHER...