Showing posts with label history_maker. Show all posts
Showing posts with label history_maker. Show all posts

Tuesday, March 04, 2014

Tabloid Transform edisi VII terbit! :) dapatkan gratis ^,^

Cover Depan ^.^
      Puji Tuhan
Tabloid Rohani Transform
uda terbit loh *utk kalangan sendiri
*** ~(^,^)~ *** ~(^,^)~ ***

Siap Dikirim :)
Fresh from Publisher
Tabloid yang dibagikan gratis ini punya kerinduan untuk memberkati sebanyak-banyaknya anak Tuhan terutama yang ada di kota Surabaya,.. oplah yang 'baru" 3000 eksemplar ini biasanya didistribusikan ke kampus-kampus, gereja, dan toko-toko buku rohani dan toko buku lainnya : Toga mas, Uranus. beberapa salon, hotel.. tempat-tempat makan dan kafe.. :D *maklum yah klo belum perna liat ato dapet.. hehe.. oplahnya ga sberapa banyak sih..

Visi tabloid ini adalah untuk menyuarakan kebenaran dan pemurnian di akhir jaman, karena media cetak sarana penting untuk mewartakan kebenaran.. mengangkat isu-isu yang sedang "HOT"nya dalam perspektif anak Tuhan. Pengajaran, kesembuhan ilahi, dan peringatan di jaman akhir dikupas di tabloid ini.. :) 

Buat kmu2 yang rindu mendapatkan tabloid ini untuk pelayanan atau persekutuan dapat menghubungi : 031-33100083 atau 089 6835 22033 bisa diambil di sekretariat kami ya.. (Jika masih ada persediaan)

Tabloid ini dinaungi oleh Yayasan Menorah Indonesia dan didanai oleh Tuhan Yesus & hamba-hambanya yang tergerak.. hehe..
bwt yang mau mendukung pelayanan ini, dapat mendonasikan :
BNI 7700.7700.75 a.n Yayasan Menorah indonesia

*kapan-kapan saia posting edisi-edisi terdahulu di postingan selanjutnya

kalau mw download PDF nya,.. bs di www.grahacmc.org yah :)
enjoy the reading....


ratingTextUndefine

Monday, March 03, 2014

Transformer Ministry SMAN 6 Surabaya

Jumat tgl 28feb lalu.. kami dapat kesempatan melayani di SMAN 06 Negeri Sby.
untuk saia pribadi, udah lama rasanya (padaal ya baru beberapa bulan..haha)
ga pelayanan SMA :D
Terimakasih bwt pak Lukas selaku guru agama yang memberi kami kesempatan :) 
pelayanan anak-anak SMA memberi WARNA tersendiri dalam melayani, karna masi lucu-lucu gt ya.. haha..
beda dgn pelayanan anak" kuliahan :D
PD yang dihadiri 30an orang ini suasananya ceria,.. dan ada beberapa murid berasal dari SMA 17 Agustus (SMATAG) turut meramaikan PD..

Ibadah hari itu seperti biasa diawali pujian, yang dibawakan dengan WL yang sangat bersemangat (^_^) juga ada sesi game yang membuat kami banyak tertawa :D
sedikit renungan dari Ibadah PD ini :


Menjadi favorit Tuhan (To be God's Favourite) belajar dari kehidupan Daud. 

“Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku… “
(Kisah Para Rasul 13:22)
“Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya,… “ (Kisah Para Rasul 13:36)

Daud disebut berkenan karena Ia melakukan kehendak Tuhan. Kita tidak mungkin mendapatkan perkenanan Bapa tanpa melakukan kehendak Bapa. Bapa memiliki standar, selera, kerinduanNya, dan kita harus selalu menyelaraskan semuanya dengan yang Tuhan mau untuk menyenangkan hatiNya.

Mendapat perkenanan Bapa (Favor) sama dengan : menjadi favorit Tuhan, Tuhan disenangkan, kesayangan, Tuhan melimpahkan kemurahan dan kebaikan, special daripada lainnya.. 
Kalau dalam kehidupan kita, mungkin bisa dikatakan kita suka makan es krim, tapi favorit qta rasa cokelat.. Tuhan mengasihi semua anakNya, tapi ada yang menjadi favorit di hatiNya..

Bapa melihat apa yang ada di dalam hati. 

"Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 1 Samuel 16:7B

Hati adalah pusat dari kehidupan kita, segala perasaan, kehendak, niat.. apa yang menjadi Fokus hidup kita. Hati di organ tubuh berbicara tentang fungsi menetralkan racun yang ada dalam tubuh,.. Jika hati kita pahit, maka cara kita memandang kehidupan akan pahit dan negatif.. Jika hati kita sehat (merasakan kemanisan Tuhan) maka perspektif kita akan benar,.. serahkanlah hati kita kepada Tuhan sejak masa muda kita.. :) 

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena
dari situlah terpancar kehidupan”. Amsal 4:23

Beberapa sifat Daud yang membawa dia menjadi favorit Tuhan :
1. Setia pada perkara kecil
Dalam 1 Samuel 17:28B,.. dikatakan Daud menggembalakan domba nya yang 2-3 ekor,.. jumlah yang sedikit untuk saudagar kaya seperti ayahnya,.. namun Daud setia dan membela dombanya ketika ada serigala atau singa yang menyerang.. 
Demikian pula dalam kehidupan kita, tiada yang luput dari perhatian Tuhan saudara, Tuhan menyukai kesetiaan kita, dan Tuhan memperhitungkan kesetiaan kita, bahkan disaat kita tidak merasa dihargai atau mendapat pujian dari sekeliling sekalipun.

2. Hati yang lemah lembut
Daud bukan pribadi yang sempurna dan selalu benar, dalam perjalanan hidupnya, ia sering melakukan kesalahan besar bahkan yang mengakibatkan banyak bencana di keluarganya,.. namun hati Tuhan menyukai Daud, karena dibalik kesalahannya, Daud selalu mau bertobat setelah ditegur dan diingatkan.. ingat kisah Abigail yang mengingatkan Daud? Sehingga menghindarkan Daud dari menghabisi Nabal dan sanak saudaranya. Ingat kejadian Natan menegur daud setelah ia berzinah dan membunuh  uria? Daud bertobat. Daud memiliki kehancuran hati untuk minta ampun atas semua dosanya, dan ia bersungguh hati tidak jatuh lebih dalam.. 
Jika kita berdosa, dan melakukan kesalahan, yang Tuhan inginkan bukanlah menghukum kita, namun Ia rindu kita untuk bertobat.

3. Mengandalkan Tuhan
Hati yang percaya penuh dan bergantung pada Tuhan, Tuhan suka. Sikap hati yang menyadari kelemahan dan merasa tidak bisa tanpa Tuhan, Tuhan senang. Hati yang sombong dan merasa bisa, Tuhan benci..
Ia tidak suka kepada kegagahan kuda, Ia tidak senang kepada kaki laki-laki; TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya. Mazmur 147 : 10-11

4. TAAT pada setiap proses Tuhan, Takut akan Tuhan dan tak melanggar FirmanNya
Saat Tuhan telah berjanji menjadikan Daud sebagai raja, Daud tidak berusaha mencapai jalan menjadi raja dengan caranya sendiri. Ia menantikan Tuhan, ia menantikan waktu dan cara Tuhan.. sekalipun dia dalam keadaan terdesak dan mendapatkan banyak kesempatan untuk membalas Saul, ia tidak melakukannya. Masa-masa sukarnya dalam pelarian justru mempersiapkan daud menjadi ahli strategi, pemimpin yang hebat, dan calon raja yang kuat.. Semua hal buruk yang dialami anak Tuhan dapat mendatangkan kebaikan di tangan Tuhan, selama kita mau mentaati setiap proses tersebut.
  
5. Bergaul karib dengan Tuhan
Keintiman dengan Tuhan adalah yang terpenting dalam kehidupan Daud. Mazmur Daud semuanya menggambarkan hati yang haus akan Tuhan,.. perjalanan keKristenan seharusnya bukan semata-mata tentang pelayanan yang banyak, hebat dimana-mana,.. namun pelayanan yang paling menyenangkan hati Tuhan adalah ketika kita duduk di kaki Tuhan, itulah bagian terbaik qta sebagai anak Tuhan :) pelayanan yang tak terlihat namun berharga di hadapan Tuhan, .. keintiman kita dengan Tuhan dari hari ke hari akan membuat qta berjalan sesuai dengan yang Tuhan mau.

dan gak lupa diakhiri foto bersama.. *narsis mode on*


Slaen itu, di bulan maret ini, kami Transformer akan pelayanan R2R (Road to Revival) di kampus UKDC (Unika Dharma Cendika)..

R2R itu seminar, pelatihan, KKR, kotbah, dsb yang diadakan untuk memperlengkapi anak muda, khusus SMA & Kampus..
         Kamis,6 Maret - Yesus Palsu
         Kamis,13 Maret - Pasangan Hidup
         Kamis,20 Maret - Keuangan Kerajaan Surga
oiya, bwt yang perlu pelayanan Transformer Ministry, dapat menghubungi :
    Elita 081 703 971 655 ato 031 70881988 (fast response)
bantu like Facebook Page qta yah... 
TRANSFORMER MINISTRY SURABAYA
N.B : pelayanan kami tidak dikenakan PK.. wkwwkk .. jd cocok utk PD" dg low bujet ^,^ haha...

sekian sekilas info pelayanan kami.. :D masi ngeksis di dunia anak muda, sekolah & kampus..

REVIVAL FOR JESUSSSS..? YESSS! WE BELIEVE!

Sunday, March 02, 2014

Maaf dah lama ga UPDATE

Dear followers 'n reader.. (or blogwalker... )

Maaf untuk tidak menanggapi komen di Blog ini.. bukannya karna saya sombong gt ya.. tp karna dah lama ga ngecek.. haha *alasan konyol yang sungguh benar-benar terjadi saudara".. >_<

cukup kaget ternyata ada ya, komen" di artikel" nya.. hehe *ga nyangka.. seneng skali :D
(entah perlu tidak pernyataan maaf ini,krn blom tentu jg yang komen" itu masi baca blog ini..hahaha.. tp ga enak ati jg ya rasanya ._. ada komen 1taon-3taon lalu.. yang ga sy balas.. >_<)
trus juga ya.. saia nih masi belajar ngeblog saudara".. jadi masi ndeso gt lohh.. haha --"

Maaf untuk ga konsisten menulis, bukannya semua udah berhenti 'n ga ada yang bwat diceritain,.. tapi banyak bangeeeett.. dlm hal pelayanan, kegiatan, masi padat merayap aja.. mengejar panggilan Tuhan :) tapi terkadang kesibukan, dan malas yang udah akut membuat susah untuk memulai lagi :( .. bingung mulai darimana.. bingung cerita apa.. haha.. "sibuk" & "malas" jadi alasan ya... mohon dimaklumi ya :D *ga begaya sok ngartis loh.. haha

trakhir posting 2012 (hampir 2taon >_<) & many things happen..
many changes in ministry.. specially ttg Transformer Ministry,.. yang bukan saia lagi PIC nya,.. wkwk.. tapi saya masi membantu.. 'n byk ikut pelayanan disana juga :)
(trus? skrg sibuk apa donkkkk? masi pelayanan pemuridan, masi pelayanan di kampus tercinta, masi pelayanan di komunitas 'n Gereja tercinta.. wong itu pelayanan 'n pekerjaan saia koq.. hehehe, cuma udah beda bidang ajah ^,^ kapan-kapan akan saia bahas di artikel lainnya :D )

dari minggu lalu, entah bagaimana, rasa malu ga pernah nongol di blog ini saia tepiskan untuk memulai kembali dunia tulis menulis.. hehe.. :D jadi deh,ada beberapa postingan. moga bisa konsisten trus ya..
ternyata setelah mulai posting bikin smangat lagi.. *blushing*

ga tau ada yang baca atau gak, kayanya saia mau mulai lagi nulis disini,.. (>_<)3
ga tau penting atau gak bwt yang ga sengaja mampir,.. moga dapet sesuatu..haha

Blog ini dibuat dengan kerinduan untuk berbagi berkat..
berkat rohani & pengetahuan terutama yang dapat membagikan sesuatu..
sebagai pengingat bagi saia sendiri juga :) dokumentasi perjalanan pelayanan.. 'n yang terutama dari hal yang simpel dan sederhana di blog ini, Tuhan bisa bekerja :) 

Kolose 3:23
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Wednesday, February 26, 2014

George Muller - Burdens for Homeless

Diantara semua pencapaian yang dapat diwujudkan melalui iman yang sederhana kepada TUHAN, panti asuhan yang sangat besar (13 acre = 5,6 hektar) yang terletak di Inggris (Ashley Downs, Bristol). Ketika Tuhan menanamkan benih kerinduan di hatinya untuk membangun panti asuhan, ia hanya memiliki 2 shilling (50 sen) di kantongnya. Tanpa memberitahu orang lain setiap kebutuhannya, kecuali kepada TUHAN sendiri, 400.000 pounds ($7.000.000) dikirimkan untuk pembangunan dan perawatan rumah panti asuhan ini. Sebelum Ia meninggal,  telah berdiri 5 gedung panti asuhan yang sangat besar yang terbuat dari Granit keras, yang dapat menampung 2.000 anak yatim piatu. Semenjak panti asuhan ini berdiri, TUHAN selalu mencukupkan kebutuhan makanan, sehingga mereka tidak pernah berkekurangan.
Pada saat George menginjak usia yang ke70 tahun, Ia memulai pelayanan pekabaran injilnya secara intensif. Ia menempuh perjalanan 200.000 mil (±517.998 km), ke seluruh dunia dan memberitakan injil di banyak kepulauan dan dalam berbagai macam bahasa. Sekali Ia berkotbah, terdapat 4.500-5.000 orang yang mendengarkan. Ia sempat melakukan perjalanan penginjilan keliling Amerika sebanyak 3 kali. Ia melanjutkan perjalanan misi dan penginjilannya sampai ia berusia 90 tahun. Diperkirakan selama 17 tahun pelayanan penginjilannya ia telah melayani 3.000.000 orang. Semua biaya perjalanannya adalah jawaban dari doa yang percaya kepada TUHAN yang mengutusnya.
Sejarah gereja modern mencatat nama George Müller sebagai tokoh iman yang luar biasa. Melalui hidupnya, karya dan kuasa Tuhan dinyatakan. Pada zamannya, pada abad ke-19, persoalan anak-anak yatim piatu merupakan masalah sosial yang serius di Inggris. Müller memulai karyanya pada April 1836, pada usianya yang ke-30. Ketika itu Müller mulai membangun panti asuhan bagi 30 anak yatim piatu. Tanpa dukungan dana yang tetap, panti asuhan kecil di kota Bristol ini mengundang perhatian banyak orang untuk melihat apakah Tuhan akan membiayai proyek ini. Apa yang terjadi?



Friday, November 30, 2012

Welcome December :)

the year of favor JUBILEE

Ga kerasa.. udah di akhir taon :( antara senang dan sedih.. 

senang karena dateng bulan spesial dan liburan..

sedih karena mau pergantian tahun merenungi, ternyata masih banyak hal yang belum dilakukan.. >_<

banyak pekerjaan, pelayanan yang menanti :p 

cuma mw share JUBILEE aja...

*biar ini menjadi posting terGJ & tersingkat haha...

GBu

 

Wednesday, October 17, 2012

long time no see...

a...a..a..a...
1,5taon lebih ga pernah nulis.. >__<
many things happen..
many things change..
dunia pelayanan, & juga diriku.. hehe (ya pastilah ya.. qta manusia kan ga statis)
menyadari bahwa di bulan" ini (oktober) Transformer Ministry udah menginjak tahun ke3.. (YEY....! ga kerasa ^,^ )  

Tengkyuu Tuhan.. buat partner" yang 2taon blakangan smakin solid ajah.. :p 

oiya.. taon ini juga (akhirnyaa..... !) ada jg mimpi yg tertunda / kerinduan yang uda dr dulu bs terealisasi... \(^,^)/.. senangnyaaa *jogetshuffle*

KKR gabungan kampus" seSurabaya!!! :) yah so far ubaya & UPN.. doakan.. harus ditutupbungkus smuanya. 

1 bulan ini tim Transformer akan fokus untuk roadshow ke kampus" untk rekrutmen pelayan TUHAN di acara ini :p well... we hope all the chosen can join w/ us.. :p 

membuka banyak bidang pelayanan. dari kampus & untuk kampus :p pelaksanaan KKR 15 des di Giri Loka UPN.

Jangan sampe bagian TUHAN dicuri. jangan ada lagi penundaan, penangguhan yang disebabkan faktor manusia .__.

Tuhan yang akan menyempurnakan pekerjaan kami yang jauh dr smpurna.. :) smangattttt ! ganbatte!  m(>_<)m

fyi, 1,5taon skalipun gak ada liputannya di blog ini, kami masih giat & beroperasi membajak ladang misi SMA & Kampus yang TUHAN percayakan :
http://www.facebook.com/pages/Transformer-Ministry-Surabaya/157015371002360?fref=ts
bantu kasi jempol yah :) dsitu ada foto" & kurang lebih info" yg ada. walopun ga lengkap" bgt,.. hehehe

sekian short update di blog ini.
harap maklum,.. penulis klo sibuk -> BT -> ga mood nulis di blog. hahhaa
lbih honi ngobrol.. wkwk

GBu all

ttp bersemangat melayani Tuhan di bidang apapun Tuhan memanggil qta. kerjakan panggilan qta dengan segenap hati dan dengan cinta bagi sang Raja.
jangan pernah menyerah dan berhenti berjuang bagi Dia. UP&DOWN dalam pelayanan itu biasa, karena justru dalam kelemahan, jalan buntu, kemustahilan, TUHAN sedang memproses & mendewasakan qta :p

tetap berjuang itu keputusan.
tetap bertahan itu komitmen.
tetap berusaha itu ketahanan.
tetap setia itu tahan uji :)


Monday, June 13, 2011

Keith Green - Living in Devotion

Mau berbagi kisah ttg tokoh yang berkarya di bidang musik gospel yang sangat(100x) berpengaruh ;) smoga ada ank2 TUHAN yang memiliki hati, passion, sperti (atau bahkan mlebihi ^_^) ..  teladan penyembah dan pemusik yang luar biasa deh pokoknya.. hehe...

“If you praise and worship Jesus with your mouth, and your life does not
praise and worship him, there's something wrong!"

KEITH GREEN

 One of several Christian rock musicians who lived in the San Fernando Valley
in the 1970s, Keith and his wife, Melody, wrote numerous hit songs,
but also formed a seven-home community in Woodland Hills
where they cared for people in need.
Keith lahir di New York, dari keluarga keturunan Yahudi. Kakeknya dari pihak ayah adalah seorang penulis lagu, sedangkan ibunya adalah seorang belajar olah vokal di Carnegie Hall. Di umur 5 tahun, Green telah memainkan ukulele dan memulai pelajaran musik formalnya. Keith Green mulai menulis lagu di usia 9 tahun. Dua tahun kemudian, Green menandatangani kontrak dengan Decca Records. Keith Green adalah anggota termuda dari American Society yang terdiri dari Penggubah lagu, Pengarang lagu dan Penerbit, yang lagu-lagunya diputar di The Jack Benny Show dan The Joey Bishop Show. Banyak orang yang menilai bahwa Keith memiliki vokal seperti CatStevens dan talenta bermain piano sekelas Elton John.
Sejak masih kanak-kanak, orang tuanya telah mengajarkannya disiplin dalam bermain musik. Dia paling menyukai piano, namun cepat bosan dalam memainkan lagu klasik yang berdurasi lama. Mengetahui hal ini, kakeknya (yang memiliki rumah produksi rekaman rock 'n roll pertama – Jaguar records) mengajarkan dia bermain piano rock 'n roll, dia meninggalkan musik klasik yang selama ini dipelajarinya. Sejak saat itu, Keith mulai menulis dan menyanyikan lagunya sendiri. Dia baru berusia 6 tahun kala itu.  

Ketika menandatangani kontrak rekaman di usia 11 tahun, ia menyanyikan lagu karangannya. Sayangnya kala itu industry musik masih belum berkembang untuk penyanyi semuda keith. Akhirnya keith begitu kecewa dan depresi.. puncaknya di usia ke 14 tahun, disaat kegagalan terbesar karena ia telah memimpi-mimpikan menjadi bintang pop seumur hidupnya.

Di usia ke 15 tahun, adalah saat dimana ia pertama kalinya lari dari rumah. Dia memulai perjalanan bertualang di dunia musik dan mencari kebenaran rohani. Dengan latar belakang Yahudi, ia juga dibesarkan dengan membaca perjanjian baru yang terasa membingungkan baginya, dan ia merasa kekosongan, kehampaan, dan ketidakpuasan dalam hatinya. Perjalanan ini akhirnya menjerumuskannya kepada narkoba, pergaulan yang bebas, dan aliran kepercayaan timur. 

      Di usianya yang ke-19, Keith berjumpa dengan Melody Strainer yang memiliki kesamaan dalam bermusik dan pencarian rohani. Mereka menikah satu tahun kemudian, mencari kebenaran sejati bersama-sama. Ketika keith hampir menyerah dan putus asa, akhirnya dia menemukan kebenaran sejati,.. saat usianya 21 tahun, ia percaya kepada Yesus melalui kelompok pembelajaran alkitab. 
       Dari pertobatan mereka, mereka membuka mereka untuk kaum yang terbuang : pecandu narkoba, tunawisma serta mengenalkan kasih Yesus kepada mereka. Banyak orang menyebut rumah tersebut : "The Greenhouse". Tidak hanya perubahan gaya hidup, namun gaya bermusiknya menjad berfokus pada Yesus, banyak kali menceritakan pengalaman pribadinya. Bahkan ia menyerahkan ambisi musiknya untuk menjadi bintang pop.

Lagu-lagu yang diciptakan keith seringkali lahir dari pergumulah rohaninya. Ia juga jenis orang yang tidak segan-segan mengakui kelemahan, kejatuhannya dengan terus terang. Ia memiliki prisnsip menjadi buku yang terbuka. Ia sangat menyadari bahwa ia jauh dari sempurna, tetapi ia sangat haus dan lapar mencari kebenaran. Ia selalu berdoa agar Roh Kudus selalu mengubahkan hatinya dan menyadarkannya akan dosa. Setiap kali Ia disadarkan akan kesalahannya, ia langsung bertobat dan meminta maaf, bahkan menelepon orang yang bersangkutan.

Cara pandang keith dalam berbagai hal seringkali menimbulkan kontroversial - terutama yang berkaitan dengan pelayanannya. Dengan album yang berada di hits puncak, Ia memutuskan memberikan album musik nya seberapa orang mampu memperolehnya, bahkan secara gratis. Ia sungguh ingin memastikan orang yang menginginkan albumnya namun terkendala dana tetap dapat memperolehnya. Ia sungguh menyadari bahwa musik nya dapat menjadi pesan injil yang dapat menjamah setiap orang. Setidaknya dari pelayannannya ia telah membagikan 200.000 album (bahkan lebih) secara gratis yang dikirimkan ke penjara dan orang kurang mampu.

       Keith Green merekam album pertamanya di tahun 1977, For Him Who Has Ears to Hear, oleh Sparrow Records. Album ini diproduseri oleh Bill Maxwell sukses di pasaran. Lagu ini kemudian menduduki peringkat ke-5 dalam Contemporary Christian musik's Greatest Albums in Christian musik. Lagu hitsnya seperti "Your Love Broke Through" (ditulis oleh temannya Randy Stonehill) dan "You Put This Love in My Heart" yang menceritakan hubungan Keith Green dengan Yesus. Album ini juga melanjutkan kisah Bab 2-nya dalam "Easter Song". Di tahun yang sama Keith Green memulai Last days Ministries dengan newsletter yang menjangkau 22.000 orang. Dan banyak Album sukses yang mengikutinya : "No Compromise", "Asleep in the Light" , "So You Wanna Go Back to Egypt" di tahun 1980.  Album ketiganya terjual 200.000 copy dan sebagian besar dari album-album rohaninya diberikan secara cuma-cuma ketika ia mengadakan konser. "Songs for the Shepherd".  "Until The Final Day"
       Hal yang sama terjadi dalam pengadaan konser musiknya, setelah bertahun-tahun mencoba berbagai macam cara mendanai konsernya, muncullah ide yang pada akhirnya memberi damai sejahtera yang sangat besar buat keith. Akhirnya Ia memutuskan konser itu diadakan tanpa memungut biaya, sehingga siapapun yang ingin datang dapat menghadirinya. Pelayanannya di LDM (Last Day Ministry) yang akan menyewakan gedung atau stadium, sekaligus menutup semua biaya. Keith dan Melody tidak menerima persembahan sedikitpun dari pelayanannya atau ministri tersebut, karena mereka dapat membiayai hidup mereka dari royalti musiknya.

“Loving Him is to be our cause. He can take care of a lot of other causes without us, but He can’t make us love Him with all our heart. That’s the work we must do.  Anything else is an imitation.”

Ketika  kebijakan bebas biaya untuk sepanjang peluncuran albumnya ternyata banyak mengundang kontroversi. (namun hal ini tidak mengurungkan niat nya!!!! ). Industri musik Kristen, label rekaman, toko buku, bahkan sesama artis rohani, menanyakan motivasi hatinya. Beberapa diantara mereka meminta untuk mengubah sistem tersebut karena dapat mengesankan 'yang lain' terlihat lebih buruk. Namun karena hal ini sangat bertentangan dengan hati nurani keith, ia tidak mengikuti kemauan mereka. Ia tetap memegang teguh keyakinannya dalam pengelolaan album musik dan konser tersebut. 
Tuhan memberikan Keith kesempatan untuk membuat kurang lebih 20 kali konser, dengan stadium yang mencapai 12.000 orang. Di konser-konsernya, Keith selalu menantang pendengarnya untuk Altar Call dan memimpin ribuan orang untuk percaya kepada Yesus, dan banyak sekali orang yang menyerahkan seluruh kehidupannya untuk melayani Tuhan. (my favourite part from his ministry ^_^.. 4thumbs up!!!!)

Setelah konser yang dilakukannya, Keith mulai sering juga tampil di acara televisi dan program radio. Dia seringkali bersaksi tentang pengalamannya berjalan bersama dengan Tuhan serta memainkan dan menyanyikan satu atau dua lagu. Mimpi masa kecilnya menjadi super star telah tercapai, namun hatinya telah dimurnikan bertahun-tahun sebelumnya dengan sesuatu yang lebih baik - menjadi hamba Tuhan, yang hatinya selalu rindu menyenangkan Tuannya. 

Keith said, ”I only want to build God’s Kingdom and see it increase, not my own. If someone writes a great poem no one praises the pencil they used, they praise the one who created the poem.  Well, I’m just a pencil in the hands of the Lord.  Don’t praise me, praise Him!”

Bagi Keith, perjumpaan dengan Tuhan hanya berarti satu hal, yaitu : menjadi serupa dengan Kristus. Dia selalu bergumul dengan hal ini-seperti kita- mengembangkan kedisiplinan pribadi, deadline, keegoisan, dan masalah pelayanan yang menarik perhatian, LDM. Dia juga memuridkan 70 orang percaya baru yang menjadi bagian dari LDM, bahkan mereka pindah ke Texas timur, tempat pusat pelayanan LDM. Disamping LDM, Keith menangani lagu-lagu yang ditulisnya, artikel rohani, serta keluarga kecilnya yang sedang bertumbuh.

Setelah berjuang bertahun-tahun untuk mengejar kekudusan, bahkan mempertanyakan tentang keselamatannya, Keith akhirnya memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang  karya keselamatan yang dikerjakan Yesus diatas kayu salib, yaitu untuk mengampuni semua dosanya dan menutupi dia dengan Kebenaran. Iman yang diperbaharui ini seolah mengangkat beban yang sangat berat di dadanya.

Hal ini tidak membuat dia memandang ringan kemurnian dan kekudusan, namun ia lebih mengejar Yesus atas dasar kasih, dan bukan lagi karena ketakutan . Dia banyak belajar mengenai kasih karunia dan kesederhanaan pentingnya menikmati kemuliaanNya dalam hadiratNya, yang paling disukainya.

       Pada tahun 1982, Keith dan Melody melakukan perjalanan ke Eropa, termasuk Yunani dan Inggris. Perjalanan ini begitu membangkitkan hati mereka, terutama ketika mereka mengunjungi pelayanan 'Red Light' di Amsterdam, pemakaian narkoba yang terbuka, dan krisis Greja yang mengalami penurunan.
        Di tahun yang sama, ia berencana membuat tur konser musik dan menantang orang kristen di Amerika supaya keluar dari zona nyaman serta menjangkau orang terluka di dunia.. hatinya sangat bergelora untuk menyelamatkan jiwa yang terhilang, LDM menyewa stadium yang sangat besar untuk tur ini. Melody menulis beberapa lagu misi, bahkan pendiri YWAM Loren Cunningham akan berkotbah di tur ini menyampaikan tentang 'kebutuhan' dunia, dan pengutusan misi melalui altar call.

Hati Keith sangat digerakkan sepenuhnya kepada orang-orang yang bahkan tidak pernah datang ke konser maupun Greja. Keith ingin kembali ke jalan-jalan dan penjara seperti yang dilakukan oleh melody dan petobat baru di pelayanannya. Dia rindu untuk pergi ke ladang misi dunia, bahkan ke klub sekuler untuk menjangkau orang dengan musiknya. Namun sayangnya, kerinduannya belum sampai terealisasi.

Pada 28 Juli 1982, terjadilah kecelakaan tragis yang mengantarkan keith kembali kepada Bapa. Kecelakaan pesawat yang sebenarnya tidak parah, merengut juga nyawa putranya yang berusia 3 tahun, serta putri kecilnya yang berusia 2 tahun (Joshua, dan bethany). Saat itu Melody sedang di rumahnya bersama putri mereka yang berusia satu tahun, Rebekah, serta dalam keadaan mengandung 6 minggu anak keempat mereka. Saat itu Keith baru berusia 28 tahun. 

Sekalipun Keith meninggal diusia mudanya, hidup dan pelayanannya masih menjadi inspirasi dan membuat dampak besar yang mendunia. Lagu dan gairah yang tersirat sampai saat ini masih berkuasa mengubahkan. Tulisan-tulisannya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Semasa ia hidup, ia selalu mengatakan, bahwa ia ingin dikenang sebagai pengikut kristus saat ia meninggal. Keith adalah pribadi yang memiliki keyakinan kuat, dan kesederhanaan iman yang luar biasa. Ketika kepercayaannya memimpin dia kepada pribadi Yesus, dia menukarkan semuanya! - ambisi, semua yang dimilikinya, mimpinya - untuk mendapatkan cintaNya. Dia menjadi inspirasi dalam pengabdiannya,.. Dikenang, dan dirindukan oleh jutaan orang di dunia.
sumber: lastdaysministries.org dan jawaban.com

Jadi merenungkan. betapa singkat nya hidup di dunia >_< orang yang sangat berdampak seperti keith meninggal di usia muda.. dimana Ia masih memiliki kerinduannya di dunia untuk atas generasinya.. bagaimana dengan kita? ingat hidup ini begitu singkat. mari menjadi garam dan terang yang bisa memberkati bangsa ini ^_^ jadi ketika kita pulang ke sorga, nama kita tidak hanya sekedar tercatat di kitab kehidupan.. namun 'karya' nyata yang membanggakan bapa di Surga ;) Jangan menyerah. tetap lakukan bagian kita :) 


God Bless..


 

Thursday, February 10, 2011

Sundar Singh - Sadhu bagi Yesus

Sadhu : Pertapa, berkelana, mninggalkan kenikmatan duniawi
      Sundar Singh lahir pada tahun 1889 dan berasal dari bangsa Sikh di negara bagian Patiala, India Utara. Bangsa Sikh yang menolak ajaran agama Hindu dan agama Islam, telah menjadi agama yang menonjol pada abad keenam belas dengan ajaran agama mereka sendiri.
      Sewaktu kecil, Ibu Sundar Singh sering membawanya belajar ke seorang sadhu atau seorang petapa suci, namun ibunya juga pernah membawanya ke sekolah misi Kristen di mana dia bisa belajar bahasa Inggris. Saat dia berusia 14 tahun, ibunya meninggal dan sempat membuat dia putus asa. Ia menyerang para utusan Injil, menganiaya para petobat baru, dan mengejek iman mereka. Sebagai wujud dari perlawanan kepada orang Kristen, dia membakar Alkitab di depan kawan-kawannya. Pada malam yang sama, Sundar Singh memutuskan bunuh diri di atas rel kereta api.
     Akan tetapi, sebelum subuh tiba, ia membangunkan ayahnya dan menyatakan bahwa ia telah melihat Yesus Kristus dalam suatu visi dan mendengar suara-Nya. Sejak saat itu ia menyatakan akan mengikut Kristus ke mana pun juga. Masih berusia belum lima belas tahun, ia sudah menyerahkan hidupnya kepada Kristus dan selama dua puluh lima tahun ia bersaksi untuk Tuhannya dengan penuh keberanian. Namun proses pemuridan remaja ini langsung mengalami ujian ketika ayahnya meminta serta menuntutnya untuk melepaskan "pertobatannya" yang absurd ini. Ketika ia menolak, Sher Singh memberikan pesta perpisahan kepada anak laki-lakinya, kemudian menolak dan mengusirnya dari keluarganya. Beberapa jam sesudah itu, Sundar menyadari bahwa makanan yang baru disantapnya telah dibubuhi racun dan hidupnya diselamatkan berkat pertolongan sebuah masyarakat Kristen yang tinggal di dekatnya.
      Pada ulang tahunnya yang keenam belas ia dibaptis di depan umum sebagai seorang Kristen di halaman gereja di Simla, sebuah kota yang terletak jauh di kaki pegunungan Himalaya. Untuk beberapa waktu lamanya ia berdiam di rumah perawatan penderita kusta di Sabathu, tak jauh dari Simla, sambil melayani pasien penyakit kusta. Tempat itu tetap menjadi tempat yang disenanginya dan ia selalu kembali ke sana semenjak ia dibaptis. 

     Di bulan Oktober 1906, ia mulai mengadakan perjalanan, tetapi dengan suatu cara yang berbeda. Ia berjalan dengan perawakan seorang remaja yang tinggi, tampan, tegap, sambil mengenakan jubah berwarna kuning dan turban. Setiap orang memandangnya sementara ia berjalan. Sundar Singh yang masih muda telah memilih cara seorang sadhu, tetapi ia seorang sadhu yang berbeda. 
'
"Saya tidak layak mengikuti langkah Tuhan saya," katanya, "tetapi, seperti Dia, saya tidak menginginkan rumah, harta. Seperti Dia, saya akan hidup di jalanan, sambil berbagi kehidupan dengan rakyat saya, makan dengan mereka yang memberi tumpangan, dan menceritakan kepada setiap orang tentang kasih Allah."

KAKI YANG BERDARAH
      Saat kembali ke kampungnya, dia mendapat sambutan yang hangat. Di usia enam belas tahun, tubuhnya sudah tidak kuat. Sadhu pergi ke utara melalui Punjab, melewati Bannibal Pass dan masuk ke Kashmir dan kemudian kembali melalui Afganistan dan ke daerah utara barat dan Balukhistan. Tubuhnya yang kurus dan jubah kuningnya hampir tak dapat melindunginya dari dinginnya salju dan kakinya luka-luka karena medan yang sulit dan berat.
     Dalam waktu singkat, sebuah masyarakat Kristen di utara menyebutnya sebagai "rasul dengan kaki berdarah". Ia pernah dirajam, dipenjara, dikunjungi oleh seorang gembala yang berbicara dengan keintiman yang aneh tentang Yesus dan ditinggalkan di luar gubuknya dengan ditemani seekor ular cobra. Pergumulan dengan kekuatan mistik, aniaya, dan sambutan hangat, merupakan sebagian dari pengalaman hidupnya di masa mendatang. 
     Dari desa-desa di bukit Simla, terlihat dari kejauhan jajaran yang panjang dari pegunungan Himalaya yang ditutupi salju abadi dan puncak Nanga Perbat yang kemerah-merahan. Di balik itu terletak Tibet, daerah agama Budha yang tertutup dan sejak lama sulit ditembus para utusan Injil dengan kabar Injil.
     Sejak ia dibaptiskan, Tibet telah menarik perhatian Sundar dan pada tahun 1908, pada usia sembilan belas tahun, ia menyeberangi garis depan Tibet untuk pertama kalinya. Setiap orang asing yang memasuki daerah tertutup yang fanatik ini, yang didominasi oleh agama Budha dan penyembah setan, menghadapi risiko teror dan kematian. Singh mengambil risiko tersebut dengan mata dan hati yang terbuka lebar. Keadaan rakyat di sana mengejutkannya. Rumah yang hampir tanpa lubang udara dan rakyatnya sangat miskin. Ia sendiri dirajam ketika ia sedang mandi karena mereka percaya bahwa "orang suci tidak pernah mandi". Makanan sulit diperoleh dan ia bisa bertahan hidup dengan menyantap biji gandum yang dipanggang. Di mana-mana terjadi kekerasan dan ini baru "Tibet sebelah bawah" dan daerah perbatasan. Sundar kembali ke Sabathu dan bertekad untuk kembali lagi tahun depan.  

 
SECANGKIR AIR
     Kemudian, dia mengunjungi Palestina untuk mengingat kembali beberapa kejadian dalam kehidupan Yesus. Pada tahun 1908 ia pergi ke Bombay, sambil berharap untuk menaiki kapal laut yang menyenangkan. Tetapi ia dikecewakan karena pemerintah menolak memberi izin dan ia harus kembali ke utara. Justru pada perjalanan kembali ini ia tiba-tiba menyadari dilema dasar yang dihadapi utusan Injil di India.
     Seorang Brahmana (kasta tertinggi dalam agama Hindu) jatuh pingsan di sebuah kereta yang panas dan penuh sesak dan pada stasiun berikutnya, seorang kepala stasiun berkebangsaan Inggris-India datang sambil membawa secangkir air dari kamar tunggu. Brahmana itu menolaknya mentah-mentah. Ia membutuhkan air, tetapi ia hanya dapat meminumnya dari cangkirnya sendiri. Ketika cangkirnya diisi air dan ia meminumnya, nyawanya selamat. Dengan cara yang sama, Sundar Singh menyadari, India tidak akan menerima Injil Yesus Kristus yang disebarkan dengan gaya Barat secara luas. Itulah sebabnya ia kini menyadari bahwa banyak pendengar memberi respons kepadanya dalam jubah seorang sadhu.
     Pada tahun 1909 ia dibujuk untuk mulai mengikuti latihan bagi pelayanan Kristen di Sekolah Tinggi Anglikan di Lahore. Sejak awal ia mendapati dirinya tersiksa oleh perlakuan sesama siswa karena berpenampilan "berbeda" dan juga karena bersikap terlalu yakin. Tahapan ini berakhir ketika pemimpin siswa mendengar Singh mendoakannya dengan ucapan yang penuh kasih. Tetapi ketegangan lain tetap hadir. Sebagian besar dari pelajaran di sekolah kelihatannya tidak relevan dengan berita Injil yang dibutuhkan India, dan kemudian, sementara pelajaran hampir berakhir, kepala sekolah menyatakan bahwa ia harus melepaskan jubah sadhunya dan mengenakan pakaian yang "sopan" yang biasa dipakai pendeta Anglikan di Eropa; menggunakan tata ibadah Anglikan yang formal; menyanyikan lagu rohani dalam bahasa Inggris; dan tidak pernah berkhotbah ke luar tanpa izin khusus. Ia bertanya, Tidak boleh pergi lagi ke Tibet? Bagi Sundar, hal itu merupakan penolakan terhadap panggilan Allah dan belum pernah terpikirkan sebelumnya.
     Dengan perasaan sedih yang mendalam, ia meninggalkan Sekolah Alkitab, masih berpakaian jubah kuningnya, dan pada tahun 1912 mulai perjalanan tahunannya ke Tibet sementara salju mulai mencair di Pegunungan Himalaya.

KISAH-KISAH YANG LUAR BIASA
      Kisah-kisah dari pengalamannya sangat mengherankan dan luar biasa. Memang ada yang yang bersikeras mengatakan bahwa kisah-kisah itu bernada mistis dan bukan kisah nyata. Pada tahun 1912, ia kembali dan menceritakan bahwa ia telah bertemu dengan sorang petapa Kristen yang berusia tiga ratus tahun di sebuah gua di pegunungan-Maharishi dari Kailas -- yang bersekutu selama tiga minggu bersamanya. Kisah lain lebih masuk akal, tetapi ada juga yang lebih mengerikan. Tubuhnya pernah diikat dengan kulit yak (sebangsa kerbau di Tibet) yang masih basah dan dijemur sampai mati, tubuhnya pernah diikatkan pada sebuah jubah yang penuh dengan lintah dan kalajengking supaya menghisap darahnya, tubuhnya pernah diikat pada sebuah pohon sebagai umpan untuk binatang buas. Namun dalam semua kejadian ini, ia telah diselamatkan oleh "Sunnyasi Mission" - pengikut rahasia Yesus yang memakai ciri orang Hindu, yang menurutnya ada di seluruh India.
     Apakah ia berhasil memenangkan banyak jiwa dalam perjalanannya yang berbahaya ke Tibet tak seorang pun yang tahu dengan pasti. Bagi orang Tibet, agama satu-satunya hanyalah Budha atau tidak sama sekali. Memberitakan kabar tentang Yesus sama dengan bunuh diri. Tetapi keberanian Sadhu dalam berkhotbah bukanlah tidak menghasilkan sesuatu.

BERGUMUL DENGAN IBLIS
      Sementara Sundar memasuki usia dua puluh tahun, pelayanannya menjadi semakin luas, dan lama sebelum ia memasuki usia tiga puluh tahun, nama dan gambarnya sudah dikenal oleh dunia Kristen di seluruh dunia. Ia menjelaskan bahwa mempertahankan sebuah visi sama dengan bergumul dengan Iblis, tetapi sebenarnya pendekatannya manusiawi, sederhana, dan rendah hati, selain senang bergurau dan mencintai alam.
     Semua sifat ini ditambah dengan ilustrasi sederhana yang diambilnya dari kehidupan sehari-hari, membuat pesan yang disampaikannya memberikan dampak kuat. Banyak orang berkata, "Ia bukan hanya serupa seperti Yesus, tetapi juga berbicara seperti Yesus." Namun semua pembicaraan dan kotbahnya memancar dari saat teduh yang mendalam setiap pagi dini hari, terutama tentang kitab-kitab Injil.
     Pada tahun 1918 ia mengadakan perjalanan jauh sampai ke India Selatan dan Ceylon, dan tahun berikutnya ia diundang mengunjungi Myanmar, Malaysia, Tiongkok, dan Jepang. Beberapa kisah dari perjalanannya sama anehnya seperti perjalannnya ke Tibet. Ia memiliki kuasa mengatasi binatang liar, seperti macan tutul yang akan menerkamnya ketika ia sedang berdoa dan kemudian ia membungkukkan tubuhnya dan mengusap-usap kepalanya. Ia memiliki kuasa mengalahkan kejahatan, seperti ahli sihir yang mencoba menghipnotisnya di kereta api dan menjelek-jelekkan Alkitab yang ada dalam saku bajunya. Ia memiliki kuasa mengusir penyakit, walaupun ia tak mau membanggakan karunia penyembuhannya.
      Sudah cukup lama Sundhar ingin mengunjungi Inggris dan kesempatan tersebut tiba ketika ayahnya yang sudah lanjut, Sher Singh, datang mengatakan kepadanya bahwa ia juga telah menjadi Kristen dan ingin memberinya uang untuk ongkos perjalanannya ke Inggris. Ia mengunjungi negara Barat dua kali, mengadakan perjalanan ke Inggris, Amerika Serikat, dan Australia pada tahun 1920, dan sekali lagi ke Eropa pada tahun 1922.
     Ia disambut oleh orang-orang Kristen dengan berbagai latar belakang dan tradisi dan perkataannya menyelidik hati mereka yang saat itu sedang menghadapi pasca Perang Dunia I dan kelihatannya memiliki sikap yang dangkal terhadap hidup. Sundhar terkejut melihat bahaya materialisme, kekosongan hidup, sikap tak beragama yang ditemukannya di mana-mana, jauh berbeda dengan kesadaran orang Asia terhadap kehadiran Allah, betapa pun terbatasnya hidup mereka. Setelah kembali ke India ia melanjutkan pelayannya, walaupun ia sadar bahwa tubuhnya semakin lemah.

KRISTUS DI JALANAN INDIA
      Karunianya, daya tarik pribadinya, hubungan pribadinya dengan Kristus sementara ia menyajikan Injil kepada rakyat India mungkin telah memberikan Sundar Singh suatu posisi kepemimpinan yang unik dalam gereja India. Tetapi sampai akhir hidupnya ia tetap menjadi seseorang yang tidak mencari keuntungan bagi dirinya, tetapi hanya kesempatan untuk menawarkan Kristus kepada setiap orang. Ia tidak masuk dalam denominasi apa pun dan tidak mencoba untuk memulai suatu aliran sendiri, walaupun ia bersekutu dengan bermacam-macam orang Kristen. Ia hidup untuk memperkenalkan Kristus di jalan-jalan di India.
     Pada tahun 1923 Sundar Singh melakukan perjalanan musim panasnya yang terakhir ke Tibet dan ketika kembali ia sangat lelah. Perjalanan khotbahnya ke mana-mana tempat jelas sudah berakhir dan pada tahun-tahun berikutnya, di rumahnya sendiri atau di rumah teman-temannya di bukit Simla ia menghabiskan waktunya untuk merenung, bersekutu, dan menulis.
     Pada tahun 1929, walaupun ditentang oleh teman-temannya, Sundar bertekad untuk melakukan perjalanan terakhir ke Tibet. Pada bulan April ia sampai di Kalka, sebuah kota kecil di bawah Simla, seseorang yang menjadi tua sebelum waktunya dalam jubah kuning ada di antara para peziarah dan orang suci yang memulai perjalanan mereka menuju salah satu tempat suci orang Hindu beberapa mil dari tempat itu. Ke mana ia pergi sejak saat itu tak diketahui orang. Apakah ia jatuh dari jalan setapak, mati kelelahan, atau berhasil melewati gunung-gunung, tetap menjadi suatu misteri. Itulah penampilan Sundar Singh yang terakhir kalinya. Tetapi ingatan tentang dirinya tetap dikenang dan ia tetap menjadi salah satu tokoh yang paling hebat dan kuat dalam perkembangan dan sejarah gereja Kristus di India.
sumber : banyak *maap lupa nyimpen, dah lama*

my opinion :  
wah.... luar biasa tokoh iman satu ini..penginjil, pengajar,.. misionaris.. pendoa... pasti karena setiap doa-doanya saat ini India sedang mengalami kebangunan rohani. sangat perlu diteladani dalam keradikalannya tidak mengikuti cara hidup dunia.. sekalipun banyak orang yang nganggep dy aneh, ... (tersisih, kali ya dari kalangan 'rohani' saat itu...) tapi dia sudah mengakhiri pertandingannya dengan baik. mengupayakan apapun *segalanya* untuk membawa orang-orang pada keselamatan yang sejati.. 
tidak penting bagaimana awal hidupnya.. tapi ketika dia memutuskan hidup bagi TUHAN dan menyelesaikan panggilan TUHAN, disana TUHAN pakai dia scr luar biasaaa... (begitu pula dg qta...) 
mari kita menjadi bejanaNya,.. untuk menyelesaikan kehendakNya. gak peduli apapun kata dunia, gak peduli brapapun harga nya,.. gakl peduli berapa lama baru dapat terwujud... *not easy to say.. * yang penting kerelaan hati qta... yah! DIa lah Raja yang berdaulat dalam hidup kita.. jadi sebenarnya... kita tidak berhak menolak panggilanNya... lembutkan hati. jangan keraskan...  pilihlah selalu jalan yang telah Dia tetapkan bagi kita.. bukan jalan dan keinginan kita... ;p

keep fight brother 'n sister!!!! Dia yang memulai, Dia juga yang akan menyelesaikan..
He is Alpha & Omega.. in us... =)

1 of my Fave song : *trutama ttg panggilan..hehe...*
Ku dengar suaraMu
(by: GMB, album His Calling)
Bagaimana kudapat menolak
Panggilan dari sang Raja
Ku 'kan memakai hidupku
Untuk muliakan namaMu


Dan kudengar suaraMu
Pakailah hidupku


S'karanglah waktunya
Kami 'kan bersinar
Sambil memegang janjiMu
Dan dengar suaraMu


Kami 'kan berlari
Dan tak akan lelah
Menjawab semua panggilan
Membawa namaMu


Hidupku hanyalah untukMu
Hanya 'tuk menjawab semua panggilanMu
Kubawa hanya yang terbaik
Hanya yang membuatMu tersenyum atasku

see?? when u're in doubt,.. not sure about His calling.. or even want to run away from HIS path... remember,..
He's the master, 'n we are just servant..
He's the King,.. 'n we are just slave.. 
 

Thursday, December 02, 2010

Hidup yang Bergema -Jim Elliot

Di manapun engkau berada, letakkanlah hatimu di sana.
Jalanilah sepenuhnya setiap keadaan yang
kau yakini sebagai kehendak Allah - Jim Elliot




Kehidupan dan kematian Jim Elliot adalah suatu kisah kesaksian tentang orang yang memiliki komitmen pada kehendak Allah. Ia selalu mencari, mengharapkan, menanti dan - yang terpenting - mentaati kehendak Allah.
Ia meninggal sebagai martir pada usia 28 tahun, dan buku-buku tentang kehidupan Elliot yang ditulis oleh istrinya, Elisabeth Elliot, telah memicu gelombang pengiriman ribuan penginjil ke ladang-ladang penginjilan dan menggelorakan api semangat pengabdian bagi Allah. Ia adalah seorang Kristen yang penuh dengan semangat, dan memusatkan perhatiannya hanya untuk menyenangkan hati Allah, bukannya manusia.
 "[Ia membuat] pelayan-pelayannya menjadi nyala api," Elliot menulis ketika ia masih kuliah di Wheaton College. "Dapatkah semangat saya terbakar? Tuhan, bebaskan saya dari keadaan seperti asbes yang tak mau menyala. Mengguyur saya dengan minyak dari Roh sehingga saya dapat terbakar. Namun nyala api itu bersifat sementara, biasanya berumur pendek. Dapatkah kamu menghadapi umur yang pendek ini - hai jiwaku? Di dalam diriku, berdiam roh dari Si Umur Pendek yang perkasa, cintanya kepada Allah telah menghanguskan-Nya."
Elliot adalah seorang penulis, pengkhotbah dan pengajar yang berbakat. Ia memiliki penampilan yang berwibawa ketika kuliah di Wheaton, bahkan menjadi bintang di lapangan gulat di mana ia menjadi juara.
Banyak sahabatnya yang yakin bahwa karunia rohani yang ada pada Elliot seharusnya diarahkan untuk membangun gereja di Amerika. Akan tetapi, Elliot hanya menghendaki kehendak Allah, bukannya kehendak manusia. Sesudah melalui masa-masa doa pribadi yang lama, Elliot merasakan panggilan Allah untuk melayani di luar negeri, khususnya di Amerika Selatan. "Mengapa ada yang perlu mendengar dua kali," katanya, "padahal yang lain belum pernah mendengar sekali?"
Melalui korespondensinya dengan seorang bekas misionaris ke Ekuador, terdengar berita tentang adanya suku - orang Aucas - yang masih belum terjangkau kabar penebusan Kristus. Ini mendorongnya untuk menentukan sasaran baru. Di musim dingin 1952, Elliot dan seorang teman yang mendapat visi yang sama berlayar dengan kapal barang menuju Amerika Selatan.
 
 ..Rekan seperjuangan yang menjadi martir.. 


Fokus kepada Ketaatan
Fokus Elliot kepada ketaatan atas kehendak Allah membawanya pada sikap yang disiplin dan agak unik terhadap Betty Howard, kekasihnya sejak di Wheaton. Mereka rindu menjadi suami-istri, akan tetapi Elliot berkeras untuk menunggu sampai mendapat kepastian bahwa itu memang rencana Allah.
Elisabeth dan Jim sama-sama mendapat panggilan sebagai misionaris ke Ekuador. Setelah hampir setahun sesudah kedatangan mereka di sana, akhirnya mereka menjalankan pertunangan. Tanggal 8 Oktober 1953, mereka menikah di Quito, Ekuador.
Sesudah pernikahan mereka, Elliot melanjutkan pelayanannya di tengah suku indian Quichua dan menyusun rencana untuk menjangkau suku Aucas.
Pada musim gugur 1955, pilot lembaga misionaris itu, Nate Saint, berhasil menemukan sebuah perkampungan suku Aucas. Pada bulan-bulan berikutnya, Elliot dan para misionaris yang lain menjatuhkan bungkusan hadiah-hadiah dari atas pesawat, berusaha untuk menarik hati suku yang masih ganas ini.     
Pada bulan Januari 1956, Elliot dan empat orang rekannya mendarat di tepi sungai Curaray, bagian timur Ekuador. Mereka berhasil mengadakan beberapa kali pertemuan yang bersahabat dengan suku yang sudah menewaskan banyak petugas dari perusahaan minyak Shell Oil.
Dua hari kemudian, 8 Januari 1956, kelima orang itu ditombak dan ditetak sampai mati oleh pejuang-pejuang suku Aucas. Majalah Life menyajikan artikel sepanjang sepuluh halaman tentang pelayanan dan kematian mereka.
"Mereka mempelajari kehidupan suku Aucas sambil melayani suku Quichua dan Jivaro bersama istri-istri mereka. Orang-orang Aucas selalu membunuh orang asing selama berabad-abad."
"Suku indian yang lainnya takut kepada mereka akan tetapi para misionaris ini nekat mendatangi mereka. Elliot berkata, 'Perintah bagi kami adalah: Injil bagi setiap makhluk.'"
Kehendak Allah yang Baik
Elliot ingin menjalankan kehendak Allah. Dan pencariannya ini berakhir dengan kematian, akan tetapi ini adalah kematian sebiji benih yang kemudian menghasilkan banyak buah bagi pekabaran injil.      
Banyak anggota suku Aucas akhirnya menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka ketika Elisabeth Elliot dengan berani mendatangi dan membagikan Injil kepada suku yang telah membunuh suaminya itu. Buku tulisan Elisabeth, Shadow of The Almighty (Lindungan Sang Mahakuasa) dan Through Gates of Splendor (Melalui Gerbang Kemegahan), dengan penuh semangat menyampaikan tentang kuasa, keagungan dan kedaulatan Allah dalam menangani kehidupan suaminya.   
 
Mungkin anda tidak terpanggil untuk melayani di ladang penginjilan, akan tetapi setiap orang Kristen dipanggil untuk masuk ke dalam suatu pertualangan yang menyenangkan yaitu memahami dan menjalankan kehendak Allah. Inilah bagian yang menegangkan di dalam kehidupan kekristenan - mengalami Allah sebagai pusat dari setiap tindakan, pikiran dan perbuatan anda.
Apakah anda sedang mencari kehendak Allah bagi hidup anda? Inilah akar dari segala berkat - bagi keluarga, pekerjaan, keuangan, persahabatan, pelayanan dan kehidupan pribadi anda. Kehendak Allah adalah yang terbaik.     
Prosesnya tidak selalu mudah, akan tetapi Allah bersedia untuk mengungkapkan rencana-Nya kepada orang-orang yang menginginkan Dia lebih dari segalanya dan bersukacita di dalam Dia. Ini berarti anda perlu mengesampingkan rencana pribadi anda dan meminta Allah untuk "mengerjakan di dalam anda baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya" (lihat Filipi 2:13).     
Ada kalanya kita harus bersabar menunggu saat yang ditentukan Allah. Pasangan suami-istri Elliot menunggu sampai lima tahun sebelum mendapat keyakinan dari Allah bahwa sudah saatnya mereka masuk dalam ikatan pernikahan.     
Mendekatlah kepada Allah. Akuilah dan bertobatlah dari dosa-dosa. Tempatkan hati dan roh anda di dalam ketenangan, dan katakan kepada Allah bahwa keinginan anda hanya satu yaitu menjadi alat di tangan-Nya. Nantikanlah tanggapan-Nya lewat peristiwa-peristiwa, Firman-Nya, ataupun melalui nasehat dari saudara-saudara Kristen yang lebih dewasa secara rohani. Ia akan menyatakan kepada anda tentang apa yang dikehendaki-Nya, karena Ia mengasihi anda.     
Anda akan mampu untuk menjalani hidup "sampai ke titik yang paling mustahil" sejalan dengan pencarian dan ketaatan anda kepada kehendak Allah.. 
sumber : Cahaya Pengharapan

Yah! cerita yang sangat menarik. saya mempelajari bagaimana cinta yang berkobar untuk TUHAN dan proses pembelajaran yang sangattttt panjang... **seolah perjalanan yang tak berujung** dalam mengasihi TUHAN dan memberikan yang terbaik. sangat panjang karna saia sedang membaca buku jurnal nya,.. Shadow of the Almighty.. bagus banget!! walopun aga beraaat.... >_<.. tapi daleem.. 
oh ya.. 1 quote dari Jim yang sangat me-rhema buat saia :
He is no fool who gives what he cannot keep to gain what he cannot lose
- Jim Elliot
(bukanlah orang bodoh apabila seseorang menyerahkan apa yang tidak dapat disimpannya demi mendapatkan apa yang tidak mungkin bisa hilang/dismbil darinya)

Proses penyerahan,.. ato 'mengorbankan' sesuatu buat TUHAN,.. seringkali tidak dapat dimengerti oleh orang lain (sebuah kebodohan bagi dunia),.. namun apabila dipandang dari sudut kekekalan, itu bukan kebodohan..!! (hanya bagi mereka yang mempercayai janji Allah dan pengharaopan apa yang terkaandung di dalamnya... kata om paulus.. betull??hehe)

Prenz.. klo kalian ada menyerahkan hidup / keinginan / cita-cita / apapun... lalu dianggap bodoh / radikal / fanatik ato sia2... JANGAN GOYAH. STAND FIRM in HIM. selama kita rindu mengenal kehendakNya, dan kita dalam kehendakNya,.. tidak akan ada yang sia2..! =)

Jim Elliot bukan seorang bodoh ketika dia meninggalkan setiap 'peluang' 'kesempatan' masa depan, pekerjaan, dan potensi yang dia miliki dalam memenuhi panggilan TUHAN. sekalipun saat itu banyak orang yang menyayangkan keputusannya.. sekalipun.. hidupnya berakhir dengan tragis.. **secara manusia** namun pada akhirNya,.. TUHAN mengerjakan sesuatu yang besar melaluinya. sekalipun hidup yang singkat,..namun bermakna.. hidup yang singkat.. namun sangat berdampak.. kejadian ini terkadi kurang lebih 55tahun lalu. namun, sampai sekarang,.. Jim Elliot masih menjadi teladan. benar2 hidup yang bergema, yah! =) 

mari kita mencari tahu panggilan TUHAN dalam hidup kita ... tidak mengandalkan keuntungan kita. tidak berdasarkan apa yang kita mau. mencari, sampai mendapat. mengetuk, sampai dibukakan. berhumul, sampai menang. berperang, sampai akhir. mengikut TUHAN tidak mudah, namun apabila kita telah melihat sedikit saja dari kerinduan hatiNya,.. kita pasti akan dimampukan untuk mengatakan YA, terhadap setiap panggilanNya. kerinduan untuk menyenangkan hati sang Raja..

here i am,.. send me Lord.. and You can use me.. i am a clay,.. and You are the Potter..i am Your servant,..and You are the Master..