7 jemaat di kitab Wahyu & perkembangan sejarah Gereja - bagian II

Lanjutan 7 jemaat nih... he9... Tiatira, sardia, filadelfia, dan laodikia =)

4.Tiatira : Gereja Katolik Roma
Kota yang terletak 35 mil kearah tenggara dari Pergamum ini, terkenal dengan serikat pekerja, hasil textil, wol, dan industri pencelupan kain. Bahkan kota ini merupakan pusat tekstil dan pencelupannya pada jaman tersebut. Bahkan dalam Kisah Para Rasul 16:11-15, mengisahkan sedikit tentang seorang penjual kain yang bernama Lidia.

Gereja di Tiatira adalah gereja yang ”berzinah”, paling tercemar. gereja ini menyimbolkan periode dark ages dalam sejarah kekristenan, periode dimana gereja telah kehilangan kemurnian dan semangatnya, ketika gereja disusupi oleh tahayul dan penyembahan berhala. Dark ages berlangsung dari tahun 590-1000.

Terdapat 6 pujian Yesus yang ditujukan terhadap Gereja ini, yaitu : pekerjaannya, kasih, iman, pelayanan, kesabaran & ketekunan, pekerjaan yang lebih besar daripada yang pertama (why 2:19). Yesus memuji Gereja ini yang mengalami peningkatan dari segi pekerjaan. Terkait dengan sejarah Gereja, jaman ini mewakili praktik penyembahan berhala bercampur dengan pekerjaan dan penyembahan terhadap Tuhan.

Sistem kepausan yang diangkat sebagai kuasa tertinggi jaman itu, doktrin-doktrin dan liturgi ibadah yang menggantikan iman percaya kepada Yesus Kristus. Penyembahan kepada perawan maria dan putranya sebagai keharusan dalam suatu ibadah. Doktrin api penyucian yang diakui dan dipercaya, bahkan pembuatan misa untuk orang yang telah meninggal.Pada jaman ini, kepausan mendapat angin segar karena raja Konstantin dan Isidore memberikan kuasa dan wewenang kepada paus. Teguran yang Yesus berikan kepada Gereja ini terletak di Why 2:20-23, menyimpulkan Tuhan akan membiarkan mereka hidup dengan menanggung konsekuensi dari pilihan tersebut.

5.Sardis : Gereja Protestan
Pada jaman dahulu, Sardis merupakan ibukota Lidia, terletak di pinggir sungai Pactolus, sekitar 60 mil
dari Efesus dan Smirna. Pemujaan Romawi sarat sekali di kota ini. Dalam terjemahannya dari bahasa Yunani, Sardis berarti merah. Kota ini adalah kota tertua dan kota yang paling penting di Asia Kecil, pusat dari industri karpet dan terkenal dengan kekayaannya. Uang koin pertama kali dicetak di kota ini. Sardis melambangkan Gereja Protestan periode Reformasi, yaitu berkisar pada tahun 1517-1800, yang dimulai dengan ajaran Martin Luther.

Gereja jaman ini telah menemukan kebenaran, namun kehilangan kekuatannya. Gereja membangun reputasi yang baik, tetapi sesungguhnya tercemar dan ”mati”. Kekristenan di Sardis adalah kekristenan hanya dalam nama. Yesus mengatakan kepada mereka, ”Engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati”. Boleh dikatakan Tuhan mengakui pekerjaan mereka, namun mengejutkan jemaat ini dengan teguran tersebut. Bahkan dewasa ini banyak sekali Gereja, bahkan yang besar sekalipun rawan mengalami kematian ini. Hal ini terlihat dengan maraknya pengajaran Firman yang dikemas demikian rupa sehingga menyenangkan hati pendengarnya. Pesan Firman Tuhan yang seharusnya berfungsi untuk menegur, menemplak, kurang digemakan.Tuhan memerintahkan Gereja yang hamper mati ini untuk segera bertobat agar hidup kembali.

6.    Filadelfia : Gereja Kebangunan
Filadelfia (sekarang bernama Alasehir) adalah kota terkecil diantara kota-kota lainnya., terletak 80 mil sebelah timur dari kota Smirna. Kata Filadelfia jika diterjemahkan memiliki arti “kasih persaudaraan”. Gereja di filadelfia adalah gereja yang sangat hebat dimana Tuhan tidak memiliki kritik untuk gereja ini. Tuhan menyebutkan gereja di Filadelfia karena kesetiaan dan kebenarannya. Gereja ini mewakili gereja pada abad ke-19, saat kebangkitan rohani terjadi, dimana gereja lebih memfokuskan pada Roh kudus daripada mendapatkan kekuatan politis. Gereja pada periode ini berkembang hingga ke ujung bumi melalui gerakan pelayanannya

(Oiya.. karena arti nama yang bagus, diantara 6 Greja lainnya, nama ini juga pernah dipake bwat nama komsel saya, pada tahun 07.. he9..PDK Filadelfia, yang imut2 orangnya.., muda2 cabe rawit diantara PDK=Persekutuan Doa Komunitas lainnya... eh, trnyata, dari sumber terpercaya.. emang bener klo Filadelfia itu kota&Gereja yg paling kecil diantara lainnya... he9.. lucu.... secara waktu itu qta ga tau klo Filadelfia paling kecil.. ^^)

Yesus mengomentari lima hal untuk Greja ini : Yesus mencari buah gerejaNya (“Aku tahu segala pekerjaanmu”). Kedua, pintu yang akan dibukakan dan tak ada yang bisa menutupnya. Ketiga, “aku tahu kekuatanmu tidak seberapa...“, dari terjemahan Yunani, “dynamis”, yang menjadi akar kata bahasa Inggris untuk dinamit, mengacu pada sesuatu yang kecil, namun memiliki daya ledak yang besar. Sama halnya dengan Filadelfia, Gereja yang paling kecil diantara Gereja lainnya, namun kuasanya memiliki daya seperti dinamit. Kekuatan yang dimilikinya ialah Firman Allah!. Tuhan juga memberikan pujian karena Gereja ini menuruti FirmanNya, menempatkan Firman Allah sebagai otoritas tertinggi dalam kehidupannya, dan Jemaat ini adalah jemaat yang tidak menyangkal namaNya. Sungguh luar biasa bukan pujian yang diberikan untuk jemaat ini?

“Karena engkau menuruti Firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi” Why 3:10

Janji Tuhan untuk hambaNya yang taat adalah melindungi mereka dari pencobaan. Pencobaan ini mengacu pada penderitaan besar sesudah pengangkatan. Jadi, ketika GerejaNya mengalami pengangkatan, disaat itulah Tuhan menghindarkan mereka dari kesusahan besar.

7.    Laodikia
Laodikia terletak 90 mil ke sebelah timur nya kota Efesus. Laodikia dalam bahasa Yunani jika diterjemahkan memiliki arti keadilan rakyat. Dalam sejarah Gereja, Laodikia dan Filadelfia mewakili periode waktu yang sama, yaitu sekarang.

Suam-suam kuku adalah teguran keras terhadap kota ini, dan ternyata, pada jaman tersebut, kota ini juga menjadi salah satu  pusat sistem perairan Romawi. Setiap sumber air panas (berasal dari sungai Lycus dan Maender) yang dialirkan ke Laodikia melalui saluran air tersebut, pasti pada akhirnya menjadi air yang suam-suam saja. Demikian pula dengan keadaan Gereja di kota ini.

Gereja di laodikia mengatakan "Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa” dan Tuhan mengatakan, “engkau tidak tahu bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang”. “Engkau tidak dingin dan tidak panas” kata Tuhan. Jemaat di Laodikia tidak seperti jemaat di Sardis yang dingin dan “mati”, tidak juga seperti jemaat di Filadelfia yang panas dan hidup. Jemaat di Laodikia adalah jemaat yang suam-suam kuku, tidak panas, dan tidak juga dingin.
 “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku”. Laodikia adalah perpaduan dua jenis Gereja yang cukup ekstrim, yaitu Gereja yang panas seperti Efesus (sekalipun mereka telah kehilangan kasih mereka yang semula).

Sedangkan Gereja yang ‘dingin’ adalah Gereja yang mengabaikan Firman Tuhan dan menyangkal imannya. Sedangkan Laodikia berada diantara keduanya! bisakah dibayangkan? Gereja ini mengambil posisi netral.. dalam artian, Gereja ini mengkompromikan dan menyesuaikan Firman Allah sesuai dengan kehendak mereka.. dan hal tersebut sangat memuakkan dan menjijikkan di mata Tuhan (sampai pernyataan ‘memuntahkan’ itu ada).

Gereja ini adalah Gereja yang lunak, tidak berpihak pada sisi manapun. Gereja yang lebih memilih menjadi warna abu-abu daripada hitam atau putih. Gereja yang benar secara aturan. Gereja yang menyebut dirinya Kristen, namun tidak memiliki pendirian dalam kebenaran sepenuhnya seperti yang dinyatakan oleh Alkitab.
“Karena engkau berkata : aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang”
Gereja Laodikia ini menyibukkan diri dengan kesuksesan lahiriah mereka, dan tidak menyadari bahwa keadaan mereka sesungguhnya menyedihkan. Sayangnya, banyak Gereja-gereja besar rawan dalam keadaan demikian, mereka telah mencapai kesuksesan lahiriah atau material, namun mati secara roh. Menyombongkan jumlah anggota yang besar, namun secara roh mati. Sangat menyedihkan bukan? Jika tidak segera bertobat, Gereja Laodikia ini akan menjadi Gereja yang akan ditinggalkan dalam kesusahan besar. Termasuk manakah saudara sekarang ?

Setiap gereja di kitab wahyu mewakili rentang waktu tertentu dalam sejarah, dan apabila kita melihat kembali sejarah gereja selama ini, dapat dilihat bahwa simbol nubuatan ini memang akurat. Yesus mengatakan bahwa janji dalam Wahyu 3 akan menjadi milik kita :
“Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan dduk bersama-sama dengan BapaKu di atas takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan pa yang dikatakan oh kepadajemaat-jemaat.” (3:21-22)

diterjemahkan&diolah oleh DreamChaser dari may He increase&sumber2 lain^^ 

3 komentar:

Anonymous said...

cerita ttg gereja namun gk ada wahyu ttg gereja kasihan...........

Anonymous said...

kereeeen

Anonymous said...

terima kasih untuk infonya, sangat membantu buat pelayanan dan pengajaran. GBU

Post a Comment

 
Copyright © Dream Chaser